Sistem Ploting, Lelang Pengangonan Desa Ujunggebang Naik 47 Persen

banner 120x600

INDRAMAYU,(fokuspantura.com),- Pemerintah Desa Ujunggebang, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, menggelar lelang tanah sewa eks pengangonan dengan menerapkan sistem ploting dan naik sekitar 47 persen. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah desa dalam menata sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset desa.

Pelaksanaan lelang sistem ploting tersebut baru pertama kali dilaksanakan dan mendapat perhatian masyarakat, khususnya warga yang memiliki kepentingan dan ketertarikan terhadap lahan eks tanah pengangonan tersebut. Sistem ploting diterapkan untuk mengatur pembagian bidang lahan secara lebih terstruktur sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah desa.

Adapun hamparan tanah eks pengangonan yang seluas kurang lebih 38 hektare dibagi menjadi tiga Blok diantaranya Blok Kariyawan 10 hamparan dengan pagu Rp 225.000.000, Blok Lamaran seluas sekitar 17 hamparan dengan harga Rp 200.000.000, dan Blok Sasak Duwur 11 hamparan Rp 175.000.000

Pantauan fokuspantura.com hasil proses lelang Blok Kariyawan dari pagu sebesar RP 225.000.000 terlelang menjadi Rp 300.050.000 oleh Wada, kemudian Blok Lamaran pagu Rp 200.000.000 terlelang Rp 320.050.000 oleh Casmadi, dan Blok Sasak Duwur dari pagu Rp 175.000.000 terlelang Rp 203.700.000 oleh Darsono.

Dengan demikian pagu lelang tanah eks pengangonan yang tahun sebelumnya senilai Rp 560.050.000 mengalami kenaikan sekitar 47 persen menjadi Rp 823.800.000.

Kuwu Desa Ujunggebang, Sarjani memaparkan, pengelolaan aset desa tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan lahan, tetapi juga bagaimana aset tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung kepentingan pembangunan desa.

Melalui proses lelang, setiap bidang tanah ditawarkan kepada peserta sesuai mekanisme yang berlaku. Sistem ploting diharapkan dapat membuat pengelolaan lahan menjadi lebih tertata, sehingga pemanfaatannya dapat dilakukan secara jelas dan terarah.

“Alhamdulillah, tahun ini proses lelang sistem ploting dan ada kenaikan sekitar 47 persen,” paparnya kepada fokuspantura.com, Kamis, 20 Agustus 2026.

Lebih lanjut, Sarjani mengatakan, optimalisasi aset desa merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah desa. Karena itu, setiap aset yang dimiliki desa perlu dikelola secara baik, transparan, dan memberikan manfaat.

“Harapan kami, pengelolaan eks tanah pengangonan ini dapat berjalan tertib dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta dapat meningkatkan PADes,” imbuhnya.

Lelang dengan sistem ploting tersebut menjadi salah satu langkah Pemdes Ujunggebang dalam menata aset desa agar tidak berhenti sebagai kekayaan administratif semata. Lebih jauh, aset tersebut diharapkan dapat menjadi sumber manfaat ekonomi dan mendukung keberlanjutan pembangunan dan menibgkatkan pendapatan desa. (Khaer/Red/FP).

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu