INDRAMAYU, (fokuspantura.com),- Harapan masyarakat Desa Jambe, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, mulai menemukan jalan. Pembangunan Jembatan Jambe di Blok Sabrang Kulon kini membuka akses yang selama ini menjadi kebutuhan penting warga, terutama petani dan pedagang.
Keberadaan jembatan tersebut bukan hanya memangkas hambatan mobilitas warga, tetapi juga membuka jalur yang lebih mudah menuju lahan pertanian serta memperlancar pengangkutan hasil bumi.
Masyarakat Desa Jambe, Ustad Maksus, mengapresiasi pembangunan jembatan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Indramayu Lucky Hakim yang telah merealisasikan pembangunan infrastruktur tersebut.
“Dengan dibangunnya jembatan ini, masyarakat sangat terbantu. Akses menjadi lebih mudah, terutama bagi para petani dan pedagang yang setiap hari membutuhkan jalur ini,” ungkap Maksus, Senin 28 September 2026.

Kuwu Desa Jambe Rudi Hartono menegaskan, pembangunan jembatan menjadi bagian penting dalam memperkuat akses dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Pembangunan jembatan ini sangat membantu masyarakat kami, khususnya para petani dan pedagang. Akses untuk menjalankan usaha dan mengangkut hasil pertanian menjadi lebih mudah,” kata Rudi.
Ia berharap infrastruktur yang dibangun dengan anggaran daerah tersebut dapat dijaga dan dimanfaatkan masyarakat secara maksimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kini, Jembatan Jambe bukan sekadar penghubung dua sisi wilayah. Infrastruktur itu menjadi pintu akses bagi petani, jalur distribusi hasil bumi, sekaligus penopang aktivitas ekonomi warga Desa Jambe”, pungkasnya.
Berdasarkan papan informasi proyek, pembangunan Jembatan Desa Jambe menelan anggaran Rp958.927.000 yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026. Proyek tersebut dikerjakan selama 150 hari kalender, mulai 10 Juni hingga 15 November 2026, dengan penyedia jasa CV Putra Jatiagung. (Jay/Red/FP).



























