INDRAMAYU, (fokuspantura.com),- Petugas kepolisian Polsek Haurgeulis Polres Indramayu berhasil mengamakan satu unit minibus suzuki carry bermuatan 1 ton beras Program Bantuan Pangan (PBP), Jum’at dini hari, 25 September 2026.
Gerak cepat petugas kepolisian tersebut, berawal dari laporan warga yang mencurigai keberadaan mobil pada dini di sebuah garasi wilayah Haurgeulis bermuatan beras, tepatnya dikediaman Ketu BPD Sukajati Kecamatan Haurgeulis. Ditambah lagi adanya kejanggalan pelat nomor kendaraan yang berbeda di bagian depan dengan pelat nomor di bagian belakang.
“Kami bergerak cepat setelah menerima aduan dari masyarakat yang menaruh curiga,” ujar Kapolsek Haurgeulis, AKP Saefulloh saat memimpin pengamanan di lokasi.
Meski pada saat itu polisi tidak langsung menyimpulkan apa yang terjadi. Pemeriksaan dilakukan dengan melibatkan sejumlah pihak dan disaksikan Kasi Trantib Kecamatan Haurgeulis, ketua RT setempat, serta Satgas Desa Haurgeulis.
“Saat muatan dibuka, kami menemukan 20 karung berukuran besar. Setelah diperiksa lebih lanjut, setiap karung besar berisi 5 karung kecil beras bantuan pangan dengan kemasan 10 kilogram. Totalnya mencapai 100 karung atau sekitar 1 ton beras bantuan pangan dan seluruh muatan bersama kendaraan kemudian diamankan ke Mapolsek Haurgeulis untuk kepentingan penyelidikan,” terang Syaefullah.
Saefulloh menegaskan pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengetahui asal-usul dan peruntukan beras bantuan tersebut.
“Kami akan melakukan pendalaman guna mengetahui asal-usul dan peruntukan beras tersebut, termasuk dua plat nomor yang berbeda tersebut,” tandasnya.
Hingga berita ini ditayangkan belum ada kesimpulan bahwa beras tersebut telah diselewengkan. Namun, jumlah muatan yang mencapai 1 ton dan keberadaan kendaraan dengan pelat nomor berbeda membuat perkara ini layak mendapat penjelasan secara terang.
Masyarakat kini menunggu jawaban atas sejumlah pertanyaan yang muncul: siapa pemilik atau pengelola beras tersebut, dari mana beras bantuan itu didapat, mengapa disimpan di lokasi tersebut, ke mana seharusnya beras itu didistribusikan, dan mengapa identitas kendaraan yang mengangkutnya berbeda antara depan dan belakang. (Red/FP).



























