Puluhan Pelajar SMKN 1 Anjatan Diduga Keracunan MBG

banner 120x600

INDRAMAYU, (fokuspantura.com),- Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Indramayu, kembali menelan korban. Kali ini puluhan pelajar SMKN 1 Anjatan menderita keracunan usai menkonsumsi MBG, Kamis, 22 Oktober 2026.

Beruntung tanda keracunan tersebut segera diketahui oleh salah satu guru setempat yang sempat mencicipi menu MBG dari salah SPPG di wilayah Kecamatan Anjatan, sehingga jumlah korban keracunan sebarannya masih dapat dicegah.

Salah satu karyawan SMKN 1 Anjatan yang ditugaskan untuk membagikan ompreng MBG, Noto, mengungkapkan, jumlah ompreng yang diterima kisaran pukul sepuluh sebanyak 1.427 dan yang sudah sebanyak 500 ompreng, kemudian sekitar pukul 11.45 diketahui makanan tersebut untuk jenis baso ayam dan tumis sayuran sudah mulai basi sehingga segera diinformasikan untuk tidak dimakan, akan tetapi ada 200 siswa yang sudah menkonsumsi MBG tersebut. Akibatnya satu jam kemudian gejala keracunan mulai muncul, yang tercatat sebanyak 74 siswa tergejala.

“Yang tergejala semuanya 74 siswa kelas X dan XI, 17 orang dilarikan ke Rumah Sakit terdekat, 1 orng ke puskesmas, selebihnya dibawa ke kediaman masing-masing oleh keluarga,” ujarnya.

Kepala SPPG IAA, FUL, mengakui jika MBG tersebut dari SPPG yang dipimpinnya dan MBG yang dikirim untuk SMKN 1 Anjatan, proses masak dilakukan pada base kedua, yakni pukul 5 dini hari hingga pukul 8 pagi, untuk kemudian dikemas dan didistribusikan.

“Untuk menu SMKN 1 Anjatan, proses masak mulai pukul 5 dini hari hingga pukul 8 pagi kemudian langsung dikemas dan selesai didistribusikan pukul 10 an,” terangnya.

FUL jug menjelaskan, dugaan keracunan tersebut menurut keterangann yang didapat dari pihak sekolah adalah menu makanan bola-bola ayam dan ini pertama kali terjadi.

“Infonya sih dari bola-bola ayam katanya sudah mulai basi,” ungkapnya.

Peristiwa tersebut mendapat tanggapan serius dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu dan juga BPOM, yang turun langsung guna melakukan pemeriksaan menu MBG yang disinyalir menjadi penyebab keracunan pelajar SMKN 1 Anjatan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Sri Anugraeni, SST, M.KM, mengatakan, mendapati laporan tersebut pihaknya langsung bersama BPOM melakukan pemeriksaan dilapangan dengan mengambil sample menu yang sudah dibagikan di sekolah dan juga di dapur SPPG, adapun hasilnya menunggu pemeriksaan di laboratorium oleh petugas BPOM.

“Kami sudah melakukan pengambilan sample makananan adapun hasilnya menunggu pemeriksaan laboratorium,” tandasnya.

Sementara, Forkopimcam Anjatan, melakukan pengawalan hingga para korban mendapatkan pelayanan terbaik di rumah sakit dan juga pembiayaan dari pihak mitra SPPG.

“Kami standby di rumah sakit guna memonitor kondisi anak-anak hingga dinyatakan membaik, adapun jumlah awalnya 17 anak dan ada tambahan 1 lagi, kemudian hingga petang ini 10 diantaranya sudah boleh pulang, adapun pembiayaan ditanggung pihak mitra SPPG tersebut,” jelas Plt. Camat Anjatan, Deddi Irawan. (Red/FP).

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu