Panen Perdana MT Gadu 2026 Desa Bogor Tembus 7,9 Ton Per Hektar 

banner 120x600

INDRAMAYU,(fokuspantura.com),- Panen perdana Desa Bogor, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu berhasil mencatatkan produksi tinggi pada Musim Tanam II (MT II) atau MT Gadu 2026 dengan capaian 7,9 ton per hektar.

Perhelatan panen perdana tersebut berlangsung di lahan pertanian Blok Saharjidin, Desa Bogor, Selasa, 13 Oktober 2026.

Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu Rory Firmansyah, jajaran TNI-Polri Kecamatan Sukra, Kuwu Desa Bogor beserta perangkat desa, KTNA dan Gapoktan Kecamatan Sukra, serta KTNA Kecamatan Anjatan.

Plt. Kepala DKPP Kabupaten Indramayu, Rory Firmansyah, mengatakan percepatan tanam dan kesepakatan pola tanam Pertanian Modern melalui Advanced Agriculture System (PM AAS) tingkat nasional perlu terus dikembangkan. Sistem budidaya intensif padi tersebut dinilai mampu mendorong peningkatan produksi.

“Para kelompok tani harus lebih kompak lagi. Setelah panen segera olah lahan dan tanam kembali. Jadi begitu air irigasi masih ada, segera manfaatkan untuk pengolahan sawah karena perkiraan hujan tahun ini baru terjadi bulan November,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sukra, Johan Junaedi, menambahkan capaian 7,9 ton per hektar pada MT Gadu tahun ini tergolong sangat baik. Hal itu berdasarkan hasil ubinan di lapangan.

“Penggunaan Combine Harvester dengan perolehan 7,9 ton per hektar pada musim tanam gadu untuk wilayah Indramayu tergolong sangat baik. Karena padi yang dihasilkan selain bersih, harga jualnya juga lebih tinggi dari panen manual,” imbuhnya.

Sementara itu, Kuwu Desa Bogor, Yoman Gunawan, mengakui keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja sama semua pihak, mulai dari pengaturan distribusi air baku oleh petugas Mitra Cai desa, pendampingan penyuluh pertanian, hingga dukungan Pemkab Indramayu melalui DKPP.

“Alhamdulillah untuk musim gadu tahun ini keberhasilan petani masih kategori normal dengan perolehan 7,9 ton per hektar,” ungkapnya. (Red/FP).

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu