Irpom Desa Soge Dongkrak Produktifitas Pangan Musim Gadu

banner 120x600

INDRAMAYU,(fokuspantura.com),- Pemerintah Desa (Pemdes) Soge Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menyambut baik program pemerintah pusat yang direalisasikan melalui Kementrian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) berupa program Irigasi Perpompan (Irpom).

Program yang diimplementasikan Kelompok Tani (Poktan) tersebut diharapkan dapat membantunoemenuhan air baku ratusan hektar lahan di wilayah pertanian Desa Soge yang tergolong pertanian tadah hujan.

Pernyataan tersebut, diungkapkan Kuwu (Kepala Desa-red) Soge, Ahmad Maulana,  usai melakukan monitoring pekerjaan Irpom di wilayah di empat titik kegiatan, Selasa, 27 Oktober 2026.

“Untuk Desa Soge, ada empat poktan yang dapat bantuan Irpom,” ungkapnya.

Dikatakannya, kapasitas pompa air yang dihasilkan mampu mengairi 25 hektar, dengan begitu dari empat titik irpom tersebut akan dapat mengaliri seratus hektar lahan pertanian Desa Soge, khususnya pada musim gadu atau kemarau.

“Dengan empat titik irpom maka kebutuhan air baku minimalnya seratus hektar lahan di musim tanam gadu akan terpenuhi,” ujarnya pula.

Kuwu Desa Soge, Ahmad Maulana, melakukan peletakan batu pertama pekerjaan irpom

Ahmad juga mengatakan, untuk pelaksanaan pembangunan Irpom yang dilaksanakan Poktan, hingga saat ini progress rata-rata di empat titik sudah mencapai 60 persen dan dipastikan pertengahan bulan depan rampung.

“Dari hasil monitoring kami, pelaksanaan pekerjaan Irpom oleh Poktan sudah mencapai progress 60 persen,” terangnya.

Lebih lanjut Ahmad menegaskan, meski poktan bertindak sebagai pelaksana utama konstruksi dan pengelolaan fisik di lapangan, pemdes memiliki kapasitas dan peran strategis yang sangat krusial agar proyek tersebut berjalan lancar, sah secara hukum, dan berkelanjutan. Dan karena irpom menggunakan pola padat karya, pemdes ikut memantau agar penyerapan tenaga kerja lokal dari anggota poktan berjalan optimal dan transparan.

Kemudian, pemdes juga memantau setelah konstruksi selesai agar aset negara tersebut dirawat dengan baik, agar manfaatnya berkelanjutan.

“Agar pelaksanaannya optimal, maka pemdes melakukan pengawasan dan juga memantau agar setelah pekerjaan selesai aset tersebut dapat bermanfaat secara berkelanjutan, sehingga dapat mendorong produksi pangan terutama pada musim gadu,” tandasnya. (Red/FP).

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu