Mukidin 18 Tahun Dirumah Aja

Mukidin 18 Tahun Dirumah Aja

PANDEMI Covid – 19, yang sudah berjalan selama dua bulan sekarang, belum seberat apa yang dirasakan Mukidin(43) Warga Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, ia tidak hanya satu dua hari atau satu dua bulan di rumah saja, tapi 18 tahun di rumah saja. Maka jika anda kesal sudah beberapa hari di rumah saja akibat Corona, berkacalah pada Mukidin, sosok mantan tukang ojek yang menjadi korban penodongan preman jalanan.

Sekalipun di rumah saja, mungkin Anda masih bisa bergerak, berlari ke sana ke sini. Namun tidak demikian halnya dengan Mukidin. Jangankan lari. "Saya coba duduk saja langsung muntah -muntah terus pingsan," katanya sedih.

Sejak peristiwa itu, Mukidin hanya bisa berbaring di sebuah ruangan berukuran 4 x 2 meter seperti layaknya hasil garapan program Rutilahu. Ia makan dari usaha masak sendiri seadanya, begitupun BAB disiapkan di temapt itu, sungguh tragis nasib Mukidin ini yang setiap orang tidak akan mau menerimannya, namun itulah takdir yang harus dihadapi Mukidin saat ini dia sudah 18 tahun DirumahAJa.

Apa Yang Menyebabkan Dia Seperti Itu.

Pada tahun 2002 pemuda asal Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat ini menjadi tukang ojek. Suatu malam ada penumpang yang meminta diantar. "Sekalipun suasana gerimis, saya antar juga. Sebab saya butuh rejeki," ujarnya menceritakan.

Tak disangka, penumpang itu ternyata penjahat. Begitu di jalan yang sepi punggung bagian bawah Mukidin ditembak dengan pistol. Mukidin menjerit dan jatuh ke sawah. Sementara motor dibawa kabur oleh si pembegal.

Berkali-kali ia minta tolong, tapi karena sudah larut malam dan jauh dari rumah penduduk, maka tidak ada seorang pun yang datang.

Namun tidak lama kemudian ada suara motor yang datang. Hati Mukidin merasa senang. Begitu mulai mendekat ia kenal dengan suara motor itu. Ternyata suara motor miliknya. Begal motor itu kembali lagi. "Saya langsung berpura-pura mati. Kalau saya berteriak saya takut ditembak lagi," ceritanya.

Paginya orang-orang berdatangan menolong Mukidin. Selama sebulan lebih ia dirawat di rumah sakit. Peluru yang bersarang di punggungnya berhasil dikeluarkan. Namun ia ia menderita kelumpuhan. Hingga sekarang.

Relawan Sosial dan Pengelola Rumah Pustaka, Saptaguna, saat mengunjungi di kediamana Mukidin, sangat menaruh empati yang luar biasa, lewat wawancara langsung yang dikirim redaksi, Sapta melihat secara langsung kondisi Mukidin yang terbaring tak berdaya. Bahkan dari kunjungannya itu, terbersit dorongan untuk membantu Mukidin meringankan beban yang diderita saat ini.

“Idul Fitri kemarin saya ke rumahnya. Na’udzubillah, ia sudah 18 tahun berdiam diri tak bisa bergerak dan hanya berbaring di rumah ukuran 4 x 2,” kata Sapta kepada Fokuspantura.com,Senin(25/5/2020).

Ia meminta kepada semua pihak, baik pemerintah maupun dermawan untuk dapat berbagi senyisihkan rezeki untk Mukidin yang kondisinya sangat memprihatinkan.

“Jika ingin komunikasi ini no. WA nya : 0881025668872, jika ingin membantu, ini no. Rekeningnya BRI 016501000027525,” tuturnya nyaring.

Mukidin 18 Tahun Dirumah Aja
Watch the video

Mukidin 18 Tahun Dirumah Aja

PANDEMI Covid – 19, yang sudah berjalan selama dua bulan sekarang, belum seberat apa yang dirasakan Mukidin(43) Warga Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, ia tidak hanya satu dua hari atau satu dua bulan di rumah saja, tapi 18 tahun di rumah saja. Maka jika anda kesal sudah beberapa hari di rumah saja akibat Corona, berkacalah pada Mukidin, sosok mantan tukang ojek yang menjadi korban penodongan preman jalanan.

Sekalipun di rumah saja, mungkin Anda masih bisa bergerak, berlari ke sana ke sini. Namun tidak demikian halnya dengan Mukidin. Jangankan lari. "Saya coba duduk saja langsung muntah -muntah terus pingsan," katanya sedih.

Sejak peristiwa itu, Mukidin hanya bisa berbaring di sebuah ruangan berukuran 4 x 2 meter seperti layaknya hasil garapan program Rutilahu. Ia makan dari usaha masak sendiri seadanya, begitupun BAB disiapkan di temapt itu, sungguh tragis nasib Mukidin ini yang setiap orang tidak akan mau menerimannya, namun itulah takdir yang harus dihadapi Mukidin saat ini dia sudah 18 tahun DirumahAJa.

Apa Yang Menyebabkan Dia Seperti Itu.

Pada tahun 2002 pemuda asal Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat ini menjadi tukang ojek. Suatu malam ada penumpang yang meminta diantar. "Sekalipun suasana gerimis, saya antar juga. Sebab saya butuh rejeki," ujarnya menceritakan.

Tak disangka, penumpang itu ternyata penjahat. Begitu di jalan yang sepi punggung bagian bawah Mukidin ditembak dengan pistol. Mukidin menjerit dan jatuh ke sawah. Sementara motor dibawa kabur oleh si pembegal.

Berkali-kali ia minta tolong, tapi karena sudah larut malam dan jauh dari rumah penduduk, maka tidak ada seorang pun yang datang.

Namun tidak lama kemudian ada suara motor yang datang. Hati Mukidin merasa senang. Begitu mulai mendekat ia kenal dengan suara motor itu. Ternyata suara motor miliknya. Begal motor itu kembali lagi. "Saya langsung berpura-pura mati. Kalau saya berteriak saya takut ditembak lagi," ceritanya.

Paginya orang-orang berdatangan menolong Mukidin. Selama sebulan lebih ia dirawat di rumah sakit. Peluru yang bersarang di punggungnya berhasil dikeluarkan. Namun ia ia menderita kelumpuhan. Hingga sekarang.

Relawan Sosial dan Pengelola Rumah Pustaka, Saptaguna, saat mengunjungi di kediamana Mukidin, sangat menaruh empati yang luar biasa, lewat wawancara langsung yang dikirim redaksi, Sapta melihat secara langsung kondisi Mukidin yang terbaring tak berdaya. Bahkan dari kunjungannya itu, terbersit dorongan untuk membantu Mukidin meringankan beban yang diderita saat ini.

“Idul Fitri kemarin saya ke rumahnya. Na’udzubillah, ia sudah 18 tahun berdiam diri tak bisa bergerak dan hanya berbaring di rumah ukuran 4 x 2,” kata Sapta kepada Fokuspantura.com,Senin(25/5/2020).

Ia meminta kepada semua pihak, baik pemerintah maupun dermawan untuk dapat berbagi senyisihkan rezeki untk Mukidin yang kondisinya sangat memprihatinkan.

“Jika ingin komunikasi ini no. WA nya : 0881025668872, jika ingin membantu, ini no. Rekeningnya BRI 016501000027525,” tuturnya nyaring.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive