INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),-Deretan kios yang mulai lapuk dan sebagian tutup, atap yang bocor saat hujan turun, serta kondisi jalan di dalam pasar sebagian becek dan rusak menjadi pemandangan sehari-hari di Pasar Daerah Patrol yang berada diwilayah ujung Barat bumi Wiralodra. Pasar yang selama puluhan tahun menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Pantura itu kini terlihat semakin memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Sejak pagi hari, para pedagang tetap berjualan seperti biasa. Mereka berusaha bertahan di tengah kondisi pasar yang jauh dari kata nyaman. Di beberapa sudut, bangunan terlihat kusam, saluran drainase kurang berfungsi optimal, dan fasilitas umum yang tersedia dinilai sudah tidak memadai untuk mendukung aktivitas perdagangan modern.
Menurut sejumlah pedagang, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Mereka berharap adanya revitalisasi pasar agar aktivitas jual beli dapat berjalan lebih nyaman, aman, dan mampu menarik kembali minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional.
“Kalau hujan turun, beberapa titik bocor. Pembeli juga kadang mengeluh karena kondisi jalan di dalam pasar kurang nyaman,” papar Ketua Ikatan Pedagang Pasar (IPP), H. Cakmad, mewakili para pedagang kepada fokuspantura.com, Senin, 22 Juni 2026.
Tidak hanya pedagang, para pengunjung juga menyampaikan harapan serupa. Mereka menilai pasar tradisional memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi rakyat sehingga perlu mendapatkan perhatian melalui program perbaikan dan penataan yang lebih baik.
Pasar Daerah Patrol merupakan salah satu pusat perdagangan terbesar dan menjadi etalae perekonomian di wilayah utara bagian Barat kota Mangga. Setiap hari, ratusan pedagang dan pembeli melakukan transaksi berbagai kebutuhan pokok, hasil pertanian, hingga produk usaha mikro. Namun, kondisi fisik bangunan yang mulai menua dikhawatirkan dapat mengurangi kenyamanan dan keselamatan para pengguna pasar.
Pasar yang sebelumnya digadang-gadang akan direlokasi namun hingga sekarang belum ada kepastian. Revitalisasi pasar untuk saat ini dinilai menjadi solusi untuk mengembalikan fungsi Pasar Patrol sebagai pusat ekonomi yang representatif. Selain memperbaiki bangunan dan fasilitas, penataan yang baik juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing pasar tradisional di tengah perkembangan pusat perbelanjaan modern.
Kepala Pasar Daerah Patrol, Sugiyanto. mengakui, kondisi pasar memprihatinkan dan butuh revitalisasi, hal itu guna memberikan kenyamanan pedagang maupun pembeli.
“Memang kondisinya sudah memprihatinkan mas. Ya paling tidak ada revitalisasi supaya pedagang dan pengunjung merasa nyaman dan mudah-mudahan bisa meningkatkan PAD,” terangnya.
Kini, harapan para pedagang dan masyarakat tertuju kepada pemerintah daerah agar segera merealisasikan program revitalisasi. Mereka ingin Pasar Daerah Patrol kembali menjadi kebanggaan masyarakat Pantura, bukan sekadar tempat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang publik yang layak, nyaman, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kami berharap Pemkab Indramayu memperhatikan Pasar Patrol agar segera direnovasi,” ungkap salah satu pengunjung pasar. (Khaer/Red/FP).



























