PJT II Seksi Patrol Upayakan Pasokan Air Sawah Petani di Inbar Tercukupi

banner 120x600

INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),-Memasuki musim kemarau. PJT II Seksi Patrol terus melakukan upaya sistem gilir pembagian air guna memenuhi kebutuhan pasokan air bagi ribuan areal persawahan di wilayah Indramayu Barat (Inbar) yang dilanda kekeringan.

Di balik ancaman kekeringan itu, harapan masih mengalir bersama air yang terus diupayakan oleh Perum Jasa Tirta (PJT) II Seksi Patrol. Berbagai langkah dilakukan agar kebutuhan air irigasi tetap dapat menjangkau areal persawahan bagian ujung Utara yang menjadi tumpuan hidup ribuan petani.

Melalui pengaturan distribusi air secara bergilir, pemantauan debit saluran irigasi, hingga koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, Balai PSDA, serta Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), PJT II Seksi Patrol berupaya memastikan setiap tetes air dimanfaatkan secara efektif dan merata.

Upaya tersebut menjadi pekerjaan yang tidak mudah. Debit air yang terus menurun akibat minimnya curah hujan saat ini dimana ketersediaan hanya 50 persen dari kebutuhan menuntut ketelitian dalam pengelolaan. Setiap keputusan pembagian air harus mempertimbangkan luas lahan, kondisi saluran, hingga kebutuhan tanaman agar tidak ada petani yang kehilangan kesempatan untuk menyelamatkan hasil panennya.

Hal ini dipaparkan Asman PJT II Seksi Patrol, Didin, ST., pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin agar pasokan air untuk areal persawahan tercukupi dengan sistem gilir giring. Kendati ketersediaan air saat ini 50 persen dari kebutuhan. Terlebih Musim Tanam (MT) II Gadu serentak bersamaan.

“Upaya dari PJT akan kita lakukan bagaimana caranya pembagian atau pengaliran air bisa sampai ke areal persawahan para petani. Dengan menerapkan jadwal gilir,” jelasnya kepada fokuspantura.com, sewaktu menerima audiensi petani, Senin, 20 Juli 2026.Audensi Warga Desa Ujunggebang di Aula PJT II Seksi Patrol.

Audensi Warga Desa Ujunggebang di Aula PJT II Seksi Patrol

Karena itu, kehadiran PJT II Seksi Patrol di tengah ancaman kekeringan menjadi bagian dari ikhtiar bersama menjaga produktivitas pertanian Indramayu Barat. Meski tantangan musim kemarau masih panjang, sinergi antara pengelola irigasi, pemerintah, dan para petani diharapkan mampu menjaga sawah tetap berdenyut dan menghasilkan.

“Makanya kami terapkan jadwal gilir ruas depan empat hari ruas tengah tiga hari dan belakang empat hari karena untuk memenuhi kebutuhan air yang di belakang. Jadi upaya kami siang malam ngawal air bagaimana caranya air bisa sampai ke petak tersier,” jelasnya.

Di tengah teriknya matahari, air yang terus mengalir di saluran irigasi bukan hanya menghidupkan tanaman padi, tetapi juga mengalirkan harapan agar musim tanam tetap berjalan, panen tetap terjaga, dan ketahanan pangan di Indramayu Barat tetap kokoh. (Khaer/Red/FP).

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu