Dilanda Kekeringan, Sejumlah Petani Inbar Sambangi Kantor PJT II Seksi Patrol

banner 120x600

INDRAMAYU, (Fokuspamtura.com),-Hamparan sawah biasanya menghijau di wilayah Indramayu bagian Barat (Inbar). kini berubah menjadi tanah retak. Saluran irigasi yang menjadi tumpuan para petani perlahan mengering, sementara tanaman padi mulai menguning sebelum waktunya tanam.

Di tengah kondisi tersebut, kesabaran para petani akhirnya mencapai batas.

Puluhan petani dari Desa di wilayah ujung Barat kota Mangga yakni Desa Ujunggebang Kecamatan Sukra, menyambangi Kantor Perum Jasa Tirta (PJT) II Seksi Patrol, Senin, 20 Juli 2026.

Mereka datang dengan satu harapan sederhana air segera mengalir ke sawah mereka agar tanaman yang telah ditanam tidak berakhir menjadi gagal panen dan sebagian bisa menyemai.

Keluhan ini diutarakan dalam aksi audiensi yang berlangsung tertib, dan mendapat pengawalan ketat pihak Kepolisian Polsek Sukra dan Patrol serta TNI, hadir juga Camat Sukra, serta kuwu Desa Ujunggebang. Para petani menyampaikan keluhan mengenai minimnya pasokan air irigasi yang telah berlangsung beberapa waktu terakhir. Mereka mengaku sudah berupaya bertahan dengan berbagai cara, namun kondisi sawah semakin kering membuat hasil panen terancam dan kekhawatiran gagal panen.

Salah satu petani Desa Ujunggebang, Ajid mengatakan, ada seluas 600 hektar sawah di Desa Ujunggebang, yang terairi baru 20 persen, sudah tanam 15 persen, selebihnya sudah semai dengan kondisi keringan dan retak.

“Jadi tuntutan kami adalah minta penambahan durasi giliran yang tadinya 4 hari menjadi satu minggu untuk kebutuhan para petani Desa Ujunggebang dan penambahan debit air. Dari pihak pengairan, Alhamdulillah, ada respon siap untuk memenuhi kebutuhan kami,” ujarnya.

Suara para petani menggambarkan kegelisahan ribuan keluarga yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Kekeringan bukan hanya mengancam tanaman padi, tetapi juga perekonomian masyarakat desa yang bergantung pada musim tanam.

Hal senada dikatan Kuwu Desa Ujunggebang, Sarjani mengatakan, luas areal persawaham yang ada didesanya sekitar 600 hektare 15 persen sudah tanam dan selebihnya sudah semai dengan kondisi kering kerontang.

“Keluhan para petani kepada pemerintah atau PJT itu bisa mengaliri air sampai ke desa kami agar bisa tanam petaninya,” ujarnya.

Perwakilan PJT Patrol menerima aspirasi para petani dan melakukan dialog sebagai upayah

untuk mencari solusi. Sejumlah langkah penanganan dibahas, termasuk pengaturan distribusi air irigasi dengan sitem gilir giring agar pasokan dapat lebih merata ke lahan-lahan yang terdampak.

Sementara Asman PJT II Seksi Patrol, Didin, ST. menjelaskan, pihaknya kan terus berupaya secara maksimal agar kebutuhan pasokan air bisa mengaliri areal persawahan milik para petani, meskipun dengan kondisi ketersedian air saat ini hanya 50 persen dari kebutuhan.

“Upaya dari PJT akan kita lakukan bagaimana caranya pembagian atau pengaliran air bisa sampai ke areal persawahan para petani. Dengan menerapkan jadwal gilir didepan empat hari tengah tiga hari dan belakang empat hari,” jelasnya.

Musim kemarau yang mulai terasa menjadi ujian berat bagi sektor pertanian Indramayu, daerah yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional. Para petani berharap koordinasi antara PJT, pemerintah daerah, dan instansi terkait dapat segera menghasilkan langkah nyata agar kekeringan tidak berkembang menjadi bencana gagal panen.

Bagi para petani, air bukan sekadar kebutuhan irigasi. Air adalah denyut kehidupan. Ketika saluran irigasi mengering, harapan ikut menyusut. Karena itu, kedatangan mereka ke Kantor PJT II Seksi Patrol bukan menyampaikan protes, melainkan memperjuangkan masa depan sawah yang selama ini menjadi sumber kehidupan keluarga mereka.

Di tengah terik matahari membakar hamparan sawah, harapan para petani kini tertuju pada satu hal derasnya aliran air yang mampu menghidupkan kembali tanaman, mengembalikan senyum para petani, dan menjaga Indramayu tetap menjadi lumbung pangan negeri. (Khaer/Red/FP).

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu