YOGYAKARTA, (Fokuspantura.com),-Kreativitas anak-anak RW 17 Brontokusuman, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta, semakin terasah melalui pelatihan pembuatan eco print yang diselenggarakan mahasiswa KKN Alternatif 104 Unit II.D.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Sabtu, 6 Juli 2026
Kegiatan yang menggunakan media tote bag kanvas tersebut diikuti puluhan anak dengan penuh antusias. Mereka diajak mengenal teknik eco print, yaitu metode mencetak motif pada kain menggunakan dedaunan dan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan.
Selama pelatihan, peserta mendapat pendampingan langsung dari mahasiswa KKN bersama dua orang trainer dari Ibu-Ibu PKK RW 17 Brontokusuman. Anak-anak diajarkan memilih jenis daun, menyusun pola, hingga mencetak motif pada tote bag kanvas.
Suasana pelatihan berlangsung meriah. Setiap peserta bebas menuangkan kreativitasnya dengan memilih berbagai jenis daun dan menyusun komposisi motif sesuai imajinasi. Hasilnya, setiap tote bag memiliki corak yang unik dan berbeda, mencerminkan kreativitas masing-masing peserta.
Ketua RW 17 Brontokusuman, Kusnan Majid, mengapresiasi seluruh program yang dijalankan mahasiswa KKN UAD. Menurutnya, kegiatan tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjawab berbagai kebutuhan warga.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Ahmad Dahlan yang telah menerjunkan mahasiswa KKN Angkatan 104 di kampung kami. Program-program yang dilaksanakan mampu merealisasikan berbagai usulan masyarakat, seperti pelatihan eco print bagi anak-anak, edukasi kesehatan lansia, kegiatan keagamaan, hingga aksi bersih sungai,” ujarnya.
Menurut Kusnan, program yang paling dirasakan manfaatnya adalah aksi kebersihan sungai dan pelatihan eco print.
“Yang paling berdampak adalah kegiatan kebersihan sungai, kemudian pelatihan eco print bagi anak-anak. Dari pelatihan eco print ini, anak-anak sekarang bisa membuat kain eco print sendiri,” katanya.
Selain itu, ia juga mengapresiasi edukasi kesehatan bagi lansia serta pembuatan peta wilayah berbasis QR Code yang dinilai memudahkan masyarakat maupun tamu dalam mengakses informasi mengenai lingkungan RW 17 Brontokusuman.
Koordinator mahasiswa KKN menyampaikan bahwa pelatihan eco print diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi mampu menumbuhkan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, serta memberikan keterampilan baru bagi anak-anak melalui pemanfaatan bahan-bahan alami yang tersedia di sekitar mereka.
Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang menggabungkan unsur pendidikan, kreativitas, dan pelestarian lingkungan. Dengan bekal keterampilan tersebut, diharapkan anak-anak semakin mencintai alam sekaligus mampu menghasilkan karya yang bernilai seni dan bermanfaat.(Red/FP)



























