INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),-Musim kemarau mulai menggigit membuat hamparan sawah di wilayah Indramayu Barat (Inbar) menghadapi ancaman kekeringan. Saluran irigasi mulai menyusut memicu kekhawatiran para petani akan terganggunya musim tanam dan potensi gagal panen jika pasokan air tidak segera dipenuhi.
Menyikapi kondisi tersebut, enam camat di wilayah bagian Barat kota Mangga yakni Camat Bongas, Anjatan, Sukra, Patrol, Kandanghaur, dan Gabus Wetan, sepakat rencananya akan berkunjung ke kantor Unit Pengelola Irigasi (UPI) D.I Jatiluhur Karawang, besok, Rabu, 22 Juli 2026.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencari solusi konkret terkait distribusi air irigasi agar kebutuhan lahan pertanian di wilayah mereka tetap terpenuhi selama musim kemarau melanda dan demi selamatkan sawah para petani.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk keseriusan pemerintah kecamatan dalam memperjuangkan kepentingan para petani. Pasalnya, sektor pertanian merupakan penopang utama perekonomian masyarakat di wilayah Inbar, sehingga keberlangsungan pasokan air menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
Selain menyampaikan kondisi riil di lapangan, para camat juga nantinya akan membawa berbagai data mengenai lahan terdampak kekeringan serta usulan penambahan debit air ke jaringan irigasi. Diharapkan, hasil kunjungan dapat melahirkan kebijakan yang mampu mengoptimalkan pengaturan distribusi air sehingga seluruh areal persawahan di enam kecamatan wilayah bagian Barat bumi Wiralodra ini tetap mendapatkan suplai secara merata.
“Masalah pasokan air, kami rencananya akan berkunjung ke UPI D.I Jatiluhur Karawang meminta menambah debit air agar areal persawahan para petani di wilayah kami bisa terairi, berangkat rencana jam 8 pagi, enam kecamatan,”. ujar Camat Bongas, Deddy Irawan, kepada fokuspantura.com, Selasa , 21 Juli 2026.
Hal senada dikatakan Plt Camat Anjatan, Rory Firmansyah, rencana kunjungannya ini sebagai upaya konkret kolaborasi enam kecamatan juga KTNA untuk mencari solusi permasalahan kekeringan melanda di masing-masing diwilayahnya.
“Salah satu bentuk ikhtiar bersama dalam rangka upaya menangani kekeringan di enam kecamatan mudah-mudahan dengan kunjungan ini memberikan jalan keluar atau solusi supaya pertanian diwilayah kami tertangani dengan baik sehingga para petani bisa mendapatkan hasil maksimal,” ujarnya.
Berharap pertemuan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, melainkan menghasilkan keputusan nyata yang mampu menjawab keresahan petani. Di tengah cuaca semakin kering, setiap tetes air menjadi harapan bagi ribuan hektare sawah agar tetap hijau dan produktif.
Melalui sinergi antara pemerintah kecamatan, UPI Jatiluhur, dan para pemangku kepentingan lainnya, diharapkan ancaman kekeringan di Indramayu Barat dapat diantisipasi lebih dini sehingga produksi pangan tetap terjaga dan kesejahteraan petani tidak terganggu. (Khaer/Red/FP).



























