Perjuangkan Pasokan Air Petani, Enam Camat Inbar Kompak Tinjau Bendungan Salamdarma

banner 120x600

INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),- Kekhawatiran akan ancaman kekeringan mulai membayangi musim tanam mendorong enam camat di wilayah Indramayu Barat (Inbar) mendatangi Bendungan Salamdarma yang berkedudukan di wilayah Kecamatan Anjatan.

Sebelumnya enam camat ini berencana akan berkunjung ke kantor Unit Pengelola Irigasi (UPI) D.I Jatiluhur Karawang, namun dialihkan dengan meninjau Bendungan Salam Darma.

Kunjungan tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memastikan pasokan debit air irigasi tetap mengalir ke hamparan sawah yang menjadi penyangga ketahanan pangan daerah.

Terpotret ikut pada kunjungan tersebut keenam camat yang mewakili wilayah Bongas, Patrol, Sukra, Anjatan, Kandanghaur, dan Gabuswetn, ketua KTNA, dan perwakilan para kuwu masing-masing kecamatan, melakukan koordinasi langsung dengan pengelola bendungan guna memperoleh kepastian terkait pola distribusi air di tengah meningkatnya kebutuhan irigasi.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk respons atas keresahan petani yang mulai menghadapi keterbatasan pasokan air. Bagi wilayah Indramayu Barat, Bendungan Salamdarma merupakan sumber utama pengairan untuk menopang puluhan ribu hektare lahan pertanian. Bendungan ini diketahui menyuplai puluhan ribu hektare sawah di wilayah barat Indramayu.

Dalam pertemuan itu, para camat berharap distribusi air dapat dilakukan secara adil dan terukur sehingga seluruh daerah layanan memperoleh jatah sesuai kebutuhan. Mereka juga meminta adanya komunikasi yang intensif antara pengelola bendungan, pemerintah daerah, dan para petani agar setiap perubahan pola distribusi dapat segera diketahui.

“Kami datang untuk memastikan dan memperjuangkan masyarakat, khususnya petani, mendapatkan kepastian pasokan air. Jangan sampai sawah mengalami kekeringan saat tanaman sedang membutuhkan air,” ujar Camat Patrol, Bagus Asep Trisnadi, kepada fokuspantura.com, Rabu, 22 Juli 2026.

Hal senada dikatakan, Camat Kandanghaur, Rusyad Nurdin, disela kunjungannya bersama camat lain itu guna membahas persoalan ketersediaan air sekaligus menunjukkan persoalan irigasi, karena hal demikian menyangkut keberlangsungan produksi pangan dan kesejahteraan para petani di wilayah bagian Barat bumi Wiralodra.

“Ya harapan kami ada penambahan pasokan debit air minimal 25 meter kubik agar bisa mengaliri persawahan para petani saat ini, kami pun berharap para petani melaksanakan RTTG agar pelaksanaan musim tanam dapat berlangsung lebih tertata, produktivitas pertanian meningkat, dan target ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu dapat tercapai,” ujarnya.

Dengan terjalinnya koordinasi yang baik antara pemerintah kecamatan dan pengelola Bendungan Salamdarma, diharapkan musim tanam dapat berjalan sesuai rencana, produktivitas pertanian tetap terjaga, dan ancaman gagal panen akibat kekurangan air dapat diantisipasi sedini mungkin. (Khaer/Red/FP).

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu