INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),- Serangan jantung yang selama ini identik dengan usia lanjut kini mulai mengintai kalangan muda. Gaya hidup yang kurang sehat, tingginya tingkat stres, minimnya aktivitas fisik, hingga kebiasaan merokok menjadi faktor yang memicu meningkatnya risiko penyakit jantung pada usia produktif.
Fenomena tersebut menjadi perhatian serius para tenaga kesehatan. Tidak sedikit kasus serangan jantung yang terjadi pada mereka yang masih berusia 55 kebawah untuk laki-laki dan 65 tahun bagi perempuan. Bahkan, sebagian di antaranya datang secara tiba-tiba tanpa gejala yang disadari sebelumnya.
Hal ini dipaparkan dokter spesialis Jantung dan Pembuluh darah dr Faris Yuflih Fihaya, Sp.JP, FIHA, M.H.Kes menjelaskan, serangan jantung terjadi ketika aliran darah menuju otot jantung tersumbat sehingga jaringan jantung kekurangan oksigen. Kondisi ini dapat berakibat fatal apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis.
Serangan Jantung di Usia Muda
Serangan Jantung di usia muda menjadi isu kesehatan yang perlu menjadi perhatian. Usia muda disini diartikan sebagai seseorang masih di bawah usia 55 tahun untuk laki-laki dan dibawah usia 65 tahun untuk perempuan. Sejatinya diusia tersebut adalah usia produktif untuk bekerja membutuhkan kondisi jantung sehat.
“Serangan jantung merupakan bagian dari penyakit jantung koroner adalah kondisi aliran darah yang mensuplai otot jantung mengalami sumbatan sehingga kerja otot jantung terganggu dan dapat menyebabkan henti jantung mendadak,” jelasnya kepada fokuspantura.com, Rabu, 5 Agustus 2026.
Perhatikan Gejala Awal Serangan Jantung
Gejala dirasakan dapat diawali dada terasa tidak nyaman, dada terasa tertekan benda berat hingga terasa sesak nafas muncul tiba-tiba baik saat aktivitas maupun saat sedang beristirahat. Kondisi ini mengancam nyawa sehingga apabila seseorang mengalami kondisi tersebut tidak ada upaya yang bisa dilakukan selain segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan cepat dan tepat.
“Aliran darah menyumbat sebetulnya tidak terjadi begitu saja tapi ada kebiasaan yang menyebakan kerusakan pada pembuluh darah secara tidak disadari seperti merokok. Kebiasaan merokok di usia muda masih menjadi masalah karena dianggap kebiasaan yang wajar. Padahal merokok sudah banyak diteliti bahkan dalam bungkus rokok itu sendiri tertulis “merokok dapat menyebabkan serangan jantung”. paparnya.
Merokok Pemicu Kasus Serangan Jantung
Sudah banyak contoh di masyarakat, orang yang tampak sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit sebelumnya kemudian tiba-tiba henti jantung usia ditelusuri hanya memiliki kebiasaan tidak sehat yaitu merokok. Tidak hanya disebabkan oleh merokok tapi ada hal lain yang membuat seseorang mengalami sumbatan pada pembuluh darah jantung yaitu tekanan darah tinggi, gula darah tinggi dan kadar kolesterol tinggi. Di era serba instan membuat aktivitas fisik sangat sedikit dan kurangnya olahraga menjadi sebab lainnya orang di usia muda terserang penyakit ini.
“Dengan memahami penyakit jantung koroner secara singkat ini yang perlu dilakukan untuk terhindar dari penyakit ini adalah gaya hidup sehat yaitu dengan stop kebiasaan merokok, rajin olah raga dan atur asupan makanan kemudian pemeriksaan yang sebaiknya rutin dicek adalah pemeriksaan tekanan darah, gula darah dan kolesterol secara berkala,” ujar pria yang bekerja di beberapa rumah sakit di Kabupaten Indramayu
Tanda Serangan Jantung Perlu Diwaspadai
Beberapa tanda perlu diwaspadai antara lain nyeri dada menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung, sesak napas, keringat dingin, mual, hingga tubuh terasa lemas. Namun, pada sebagian penderita usia muda, gejalanya bisa muncul lebih ringan sehingga sering diabaikan.
“Selain faktor keturunan, pola makan tinggi lemak, konsumsi makanan cepat saji, kurang tidur, obesitas, diabetes, hipertensi, serta kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol turut meningkatkan risiko penyakit jantung,” ucap dokter berusia muda spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Menurut Faris para ahli kesehatan sudah mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari, menjaga berat badan ideal, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting dalam mencegah penyakit jantung.
“Kesadaran terhadap kesehatan jantung tidak lagi menjadi tanggung jawab kelompok usia lanjut. Di tengah perubahan gaya hidup modern, generasi muda dituntut lebih peduli terhadap kondisi tubuhnya. Pencegahan sejak dini menjadi investasi terbaik agar tetap produktif dan terhindar dari risiko serangan jantung yang dapat datang tanpa diduga,” tegasnya.



























