Bidik Pasar Ekspor, Kepiting Soka Jadi Harapan Baru Petambak Cangkring 

banner 120x600

INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),– Tambak polikultur di Desa Cangkring, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, mulai diarahkan menjadi lahan produktif bernilai ekonomi tinggi melalui pengembangan budidaya kepiting soka sistem sel boks horizontal.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari program Pengabdian Masyarakat Dosen Pulang Kampung 2026, yang digelar di Desa Cangkring, Minggu, 9 Agustus 2026.

Program ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat pesisir.

Tak sekadar pelatihan, budidaya kepiting soka mulai dilirik sebagai komoditas potensial yang dapat dikembangkan lebih luas, bahkan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal hingga ekspor.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla)  Kabupaten Indramayu, Edi Umaidi melalui pejabat yang mewakili yakni Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Izzudin, menegaskan bahwa budidaya kepiting soka di Cangkring sebenarnya bukan hal baru. Pemerintah daerah telah melakukan pendampingan teknis dan pembinaan kelembagaan kepada kelompok pembudidaya.

“Budidaya kepiting soka ini bukan pertama kali ada di Desa Cangkring. Sudah beberapa tahun lalu dikembangkan dan kami dari Dinas Perikanan terus melakukan pendampingan teknis serta pembinaan kelembagaan kelompok,” ujar Izzudin.

Menurutnya, potensi tersebut perlu diperluas agar tidak hanya berkembang di satu lokasi. Pemerintah berharap budidaya kepiting soka dapat diterapkan di sejumlah desa yang memiliki potensi tambak di Kabupaten Indramayu.

“Kami berharap usaha budidaya kepiting soka ini dapat dikembangkan di beberapa desa dan lokasi yang ada di Kabupaten Indramayu untuk memenuhi kebutuhan pasar, baik lokal maupun ekspor,” katanya.

Izzudin menambahkan, pengembangan kepiting soka membutuhkan dukungan dan kolaborasi lintas tingkatan pemerintahan. Karena itu, pihaknya akan mendorong sinergi mulai dari pemerintah kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat.

“Kami akan mengkolaborasikan dukungan, baik dari kabupaten, provinsi maupun pusat, yang memiliki kepentingan sama dalam mengembangkan usaha kepiting soka ini,” tegasnya.

Jadi Komoditas Unggulan Baru

Harapan besar juga disampaikan warga Desa Cangkring. Darminih, salah seorang warga, mengaku tertarik mengikuti program tersebut karena memberikan pengalaman baru dalam mengembangkan usaha tambak.

Menurutnya, kehadiran program Dosen Pulang Kampung memberikan manfaat langsung bagi masyarakat karena warga mendapatkan pengetahuan dan melihat praktik budidaya kepiting soka secara langsung.

“Kami ingin ikut program yang dianjurkan, yaitu budidaya kepiting soka. Dosen Pulang Kampung yang ada di desa kami sangat membantu untuk menjalankan program ini,” ungkap Darminih.

Ia mengaku sebelumnya belum pernah melihat langsung sistem budidaya kepiting soka tersebut. Namun setelah melihat praktik yang dilakukan pembudidaya, dirinya mulai tertarik.

“Sekarang sudah ada Pak Haji Darsam yang membuatnya. Setelah melihat, ternyata menarik juga. Kalau cuaca dan kondisi tambaknya mendukung, insyaallah Desa Cangkring bisa maju dengan adanya kepiting soka,” ujarnya.

Darminih berharap kepiting soka dapat mengikuti jejak keberhasilan budidaya rumput laut yang sebelumnya juga dikembangkan masyarakat Cangkring.

“Dulu kami awalnya menanam ikan bandeng, kemudian dianjurkan mengembangkan rumput laut. Sekarang masih berjalan dan hasilnya cukup baik. Mudah-mudahan kepiting soka juga bisa seperti rumput laut dan mampu memajukan Desa Cangkring,” katanya.

Pengembangan kepiting soka ini sekaligus menjadi sinyal bahwa potensi tambak Indramayu masih menyimpan peluang besar untuk dikembangkan. Dengan dukungan teknologi, pendampingan dan pasar yang jelas, kepiting soka diharapkan tidak berhenti sebatas program pelatihan, tetapi mampu tumbuh menjadi usaha produktif masyarakat sekaligus komoditas unggulan baru dari pesisir Indramayu. (Jay/Red/FP).

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu