Sepuluh Unit Perumahan Nelayan Eretan Wetan Ludes Terbakar

banner 120x600

INDRAMAYU,(fokuspantura.com),-Malam semula berjalan biasa mendadak berubah menjadi kepanikan. Kepulan asap disusul kobaran api membumbung tinggi dari kawasan pemukiman nelayan Desa Eretan Wetan (Erwet), Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu. Dalam waktu singkat, si jago merah melalap bangunan-bangunan berbahan material kayu yang berada di kawasan tersebut, Jumat, 11 September 2026.

Suara teriakan warga berpadu dengan hiruk-pikuk upaya penyelamatan. Mereka berusaha keluar dari rumah masing-masing, menyelamatkan barang-barang masih sempat dibawa. Namun, ganasnya kobaran api membuat sebagian warga hanya bisa menyaksikan tempat tinggal mereka perlahan dilalap api.

Kawasan pemukiman nelayan yang selama ini menjadi tempat warga menggantungkan kehidupan itu seketika berubah menjadi kepulan asap dan puing-puing.

Kebakaran tersebut pun meninggalkan kesedihan mendalam. Warga yang kehilangan tempat tinggal harus menghadapi kenyataan pahit setelah api menghanguskan harta benda yang selama ini mereka kumpulkan sedikit demi sedikit.

Di tengah kepulan asap dan sisa-sisa bangunan yang terbakar, warga berusaha saling menguatkan. Sejumlah masyarakat turut membantu proses evakuasi dan mengamankan barang-barang milik korban yang masih dapat diselamatkan.

Menurut Danru 1 Damkar unit 2 Patrol, Firman menjelaskan, pihaknya mendapati laporan sekitar pukul 23.57 WIB. Kemudian tim bergerak menuju ke TKP sekitar pukul 23.59 WIB tiba di lokasi pukul 00.13 WIB

“Awal penanganan pukul 00:14 WIB dan selesai penanganan jam 03.00 WIB, jadi waktu penanganan sekitar 2 jam 46 Menit,” jelasnya kepada fokuspantura.com, Sabtu,12 September 2026.

Ia pun menambahkan, ada sekitar 10 unit rumah milik warga yang hangus terbakar berkedudukan di Blok Koramil RT01/04.

“Nama pemilik bangunan yang terbakar milik Dana,Yayan, Tati, Ntus, Komala, Eva, Eni, Bayu, Sut, dan Liyah. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini,” pungkasnya

Bagi warga, malam itu bukan sekadar cerita tentang kebakaran. Ia menjadi luka yang akan lama tersimpan dalam ingatan tentang rumah yang hilang, barang-barang yang musnah, dan harapan harus kembali dibangun dari awal.

Di antara puing-puing menghitam, kehidupan harus tetap berjalan. Nelayan harus kembali melaut, keluarga harus kembali mencari nafkah, dan rumah-rumah yang terbakar perlahan harus digantikan dengan harapan baru.

Sementara akibat musibah kebakaran belum pasti hingga berita ini dinaikan masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang. (Khaer/FP).

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu