INDRAMAYU,(fokuspantura.com),- Harapan untuk meraih masa depan yang lebih baik kini tumbuh di tengah tiga pelajar asal Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu. Berada dalam keterbatasan dan sebelimnya hampir putus sekolah, kini mereka mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Rakyat Terpadu (SRT).
Bagi ketiganya, sekolah bukan sekadar tempat menimba ilmu. Sekolah Rakyat menjadi ruang untuk kembali menata mimpi, membangun kepercayaan diri, sekaligus membuka jalan menuju masa depan yang selama ini mereka bayangkan.
Kisah tiga pelajar tersebut menggambarkan bahwa keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi alasan untuk memutus langkah anak-anak dalam mendapatkan pendidikan. Kehadiran Sekolah Rakyat memberikan harapan baru bagi mereka untuk tetap belajar dan berkembang.
Ketiga nama anak remaja itu yang saat ini duduk di bangku kelas VII tingakat SMP diantaranya Susilawati asal Desa Sumuradem dan Nelis Khumairoh dari Desa Sumuradem Timur. Sementara Siti Solehah asal Desa Sukra terlebih dahulu telah berada disana untuk menimba ilmu di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) kini duduk di Kelas 8 SMP.
Camat Sukra, Sigit Widiyanto menejelaskan, bahwa kehadiran SRT di Kabupaten Indramayu menjadi angin segar. Program yang diinisiasi di era Presiden Prabowo Subianto ini hadir sebagai solusi konkret bagi warga kurang mampu untuk menuntaskan pendidikan dasar hingga lanjutan. Lewat program tersebut, kehadiran negara menjamin hak pendidikan anak, mulai dari fasilitas belajar hingga kebutuhan sehari-hari.
“Tahun ini kita mengirimkan dua siswa baru, melengkapi satu siswa yang sudah masuk tahun lalu. Jadi, total ada tiga anak dari Kecamatan Sukra yang belajar di SRT 1 Indramayu,” ujar Bang Joey saat mengunjungi para siswa di kompleks SRT 1 Indramayu, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Selasa, 18 Agustus 2026.
Sigit menaruh harapan besar di pundak ketiga pelajar ini. Ia ingin pendidikan yang mereka enyam hari ini menjadi tangga untuk mengangkat harkat, martabat, sekaligus memutus rantai kemiskinan keluarga mereka di masa depan.
“Semoga betah dan bermanfaat. Karena dengan Pendidikan bisa memutus mata rantai kemiskinan,” imbuhnya.
Dengan seragam dan perlengkapan sekolah, kini ketiganya menjalani pendidikan dengan semangat. Mereka belajar bersama, mengenal lingkungan baru, serta mendapatkan pengalaman yang diharapkan dapat membentuk karakter dan kemandirian.
Bagi ketiga pelajar itu, kesempatan bersekolah menjadi sesuatu yang sangat berarti. Mereka tidak lagi hanya memikirkan bagaimana bertahan dalam keterbatasan, tetapi mulai berani berbicara tentang cita-cita.
Salah seorang pelajar mengaku ingin terus belajar agar kelak dapat memiliki kehidupan yang lebih baik. Keinginan sederhana tersebut menjadi gambaran betapa besar arti pendidikan bagi anak-anak yang sebelumnya berada dalam bayang-bayang putus sekolah.
Hal ini diceritakan salah satu remaja, Susilawati mengatakan, merasa senang dan bersyukur bisa berkesempatan bersekolah di SRT. Di lingkungan civitas sekolah barunya, ia tidak hanya menemukan teman-teman dari berbagai daerah, tetapi juga fasilitas hidup yang jauh dari kata keterbatasan.
“Di sini tempatnya bagus dan nyaman sekali. Makanan, seragam, sampai asrama semuanya sudah dijamin gratis. Tugas kami sekarang tinggal belajar dengan tekun dan menuruti semua aturan sekolah,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Menjaga Harapan
Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) hadir dengan semangat memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga yang membutuhkan dukungan. Program tersebut diharapkan mampu menjadi jembatan agar anak-anak tetap mendapatkan pendidikan sekaligus memiliki lingkungan belajar yang mendukung.
Bagi tiga anak dari Kecamatan Sukra itu, Sekolah Rakyat bukan hanya tentang bangku dan buku pelajaran. Lebih dari itu, sekolah menjadi tempat untuk menemukan kembali keyakinan bahwa mereka juga memiliki kesempatan yang sama untuk menggapai cita-cita.
Di balik kisah mereka terdapat pesan penting bahwa pendidikan dapat menjadi pintu perubahan. Ketika kesempatan diberikan, anak-anak yang sebelumnya merasa tidak memiliki pilihan dapat kembali menatap masa depan dengan penuh harapan.
Tiga anak, tiga cerita, tetapi satu mimpi mendapatkan pendidikan yang layak dan meraih masa depan yang lebih baik melalui Sekolah Rakyat Terpadu. (Khaer/Red/FP).



























