INDRAMAYU, (fokuapantura.com),-Kebakaran kembali terjadi di wilayah ujung bagian Barat bumi Wiralodra yakni Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu. Satu unit rumah milik warga dilalap si jago merah hingga mengalami kerusakan parah. Atap rumah dan sebagian besar bangunan hangus terbakar, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Peristiwa tersebut sontak membuat warga sekitar panik. Kepulan asap dan kobaran api terlihat membumbung dari rumah yang terbakar. Warga yang mengetahui kejadian itu berupaya melakukan pertolongan dengan peralatan seadanya sembari menunggu petugas pemadam kebakaran datang.
Api dengan cepat membesar dan melahap bagian atap rumah. Kondisi bangunan yang sebagian besar terbuat dari material kayu mudah terbakar membuat kobaran api sulit dikendalikan.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung berjibaku memadamkan api. Setelah dilakukan upaya pemadaman dan pendinginan, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, kerugian material yang dialami pemilik rumah diperkirakan cukup besar karena bangunan beserta sejumlah isi dan barang jualan klontong di dalamnya turut terbakar.
Kapolsek Pattol, Kompol H. Saripudin mengungkapkan, membenarkan adanya insiden kebakaran menimpah warga Desa Patrol Blok Bunder RT 02/01 tidak ada korban jiwa pada insiden tersebut.
“Kejadian sekitar jam 14 :30 WIB dan api bisa dipadamkan sekitar pukul 16:30 WIB tidak ada korban jiwa kerugian materi diperkirakan sekitar 250 juta untuk perkiraan atau patut diduga api ini berasal korsleting listrik,” ungkapnya.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran masih dalam penanganan dan penyelidikan pihak terkait. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama dengan memastikan instalasi listrik dan sumber api di dalam rumah dalam kondisi aman.
Sementara Camat Patrol, Bagus Asep Trisnadi, membenarkan salah satu rumah milik warganya di Desa Patrol Blok Bunder RT 02/01 mendapat musibah kebakaran.
“Kami menyampaikan duka cita kepada keluarga korban mewakili pak bupati atas musibah kebakaran ini, kami Forkopimcam juga berterima kasih kepada temen-temen Damkar, Pemadam Brigif 03, dan pemadam dari PLTU hingga api bisa dipadamkan,” ucapnya.
Kebakaran ini kembali menjadi pengingat bahwa musibah dapat terjadi sewaktu-waktu. Kesiapsiagaan warga dan respons cepat petugas menjadi kunci untuk mencegah api meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar. (Red/FP).



























