INDRAMAYU, (fokuspantura.com),- Tradisi Ider Bumi di Desa Kedokanbunder, Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu, kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan sejarah leluhur. Tradisi yang dilaksanakan setiap tahun ini bukan sekadar kegiatan adat, melainkan upaya merawat ingatan kolektif masyarakat tentang asal-usul desa dan batas wilayah peninggalan para pendahulu.
Kuwu Desa Kedokanbunder, Mohammad Waskim, menjelaskan bahwa Ider Bumi merupakan tradisi turun-temurun yang terus dipertahankan oleh Pemerintah Desa Kedokanbunder. Sebagai desa induk, pelaksanaan tradisi tersebut melibatkan tiga desa, yakni Desa Kedokanbunder, Kedokanagung, dan Kedokanbunder Wetan.
Menariknya, perjalanan Ider Bumi tersebut menempuh jarak kurang lebih 45 kilometer dengan menyusuri wilayah yang memiliki keterkaitan sejarah dengan Desa Kedokanbunder.
Menurut Waskim, tradisi ini memiliki makna mendalam, terutama untuk mengenalkan sekaligus mengingatkan generasi penerus mengenai sejarah dan batas-batas wilayah desa yang diwariskan oleh para leluhur.
“Tradisi Ider Bumi ini merupakan warisan leluhur yang setiap tahun kami laksanakan. Kedokanbunder merupakan desa induk sehingga pelaksanaannya melibatkan tiga desa. Tujuannya agar anak cucu kita kelak tetap mengetahui sejarah serta batas-batas wilayah desa yang diwariskan para pendahulu,” jelas Waskim, Jumat, 6 Nopember 2026.
Ia menegaskan, jangan sampai sejarah yang telah diwariskan oleh para leluhur hilang begitu saja akibat generasi penerus tidak lagi mengenal asal-usul dan perjalanan sejarah desanya sendiri.
Waskim berharap tradisi Ider Bumi tetap lestari dan terus dilaksanakan dari generasi ke generasi. Ia juga berpesan kepada masyarakat Desa Kedokanbunder, Kedokanagung, dan Kedokanbunder Wetan agar tidak melupakan sejarah yang menjadi bagian dari identitas bersama.
“Harapan saya, Ider Bumi ini jangan sampai terputus. Anak cucu kita harus mengetahui sejarah desanya, mengenal batas wilayahnya, serta menghargai perjuangan para leluhur yang telah meninggalkan warisan ini,” pesannya.
Lebih dari sekadar tradisi tahunan, Ider Bumi menjadi pengingat bahwa sejarah desa bukan hanya cerita masa lalu. Di dalamnya terdapat identitas, asal-usul, dan nilai kebersamaan yang patut dijaga agar tidak hilang ditelan perubahan zaman.
Melestarikan Ider Bumi berarti menjaga ingatan sejarah, menghormati leluhur, sekaligus mewariskan identitas desa kepada generasi mendatang. (Jay/Red/FP).



























