INDRAMAYU , (Fokuspantura.com),- Di tengah ancaman kekeringan dan meningkatnya risiko gagal panen, Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memperkuat perlindungan bagi petani melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Tahun ini, sekitar 2.000 hektare atau 1,6 persen lahan sawah diprioritaskan menjadi peserta program tersebut sebagai upaya meminimalkan kerugian petani akibat bencana pertanian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Drs. H. Sugeng Heryanto, M.Si menjelaskan, bahwa AUTP merupakan bentuk perlindungan pemerintah agar petani tetap memiliki kepastian berusaha meski menghadapi risiko seperti kekeringan.
Selain itu, menurut Sugeng, program ini di Kabupaten Indramayu masih dibilang terbatas hanya bisa mengakomodir sekitar 2 ribu hektare sawah yang terproteksi program tersebut bekerjasama dengan Jasindo.
“Tapi syarat kerusakannya minimal tujuh puluh persen berdasarkan rekomendasi temen-temen POPT untuk mengajukan klaim,” ujarnya kepada fokuspantura.com sewaktu menghadiri musyawarah di aula Kecamatan Anjatan, Selasa, 4 Agustus 2026.
Sugeng menambahkan, dari total 125 ribu hektare sawah di Kabupaten Indramayu hanya bisa mampu 2 ribu hektare sawah masuk program tersebut.
“Cuman mohon maaf dari 125 ribu hektare kita hanya mampu kurang lebih dua ribu hektare an petani yang dimasukan program AUTP,” jelasnya. (Khaer/Red/FP).



























