INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),- Di balik gelar akademik panjang dan jabatan strategis yang pernah diemban, tersimpan sosok sederhana yang tak pernah melupakan akar tanah kelahirannya. Ia adalah Prof. Dr. H. Ermaya Suryadinata, SH, MH, M.Si, putra asli Indramayu, atau akrab disebut “Wong Dermayu” telah menorehkan jejak panjang dalam dunia akademik, pemerintahan dan hukum di Indonesia, yang kemudian diberi amanat untuk memimpin lembaga pendidikan tinggi yang memproduk pejabat pemerintah, yakni selaku Rektor dan Gubernur IPDN.
Bagi masyarakat Indramayu, nama Prof. Ermaya Suryadinata bukan sekadar deretan gelar. Ia adalah simbol bahwa anak daerah pun mampu menembus batas, berdiri sejajar dengan tokoh-tokoh nasional, tanpa kehilangan identitas dan kecintaannya terhadap kampung halaman yakni Bumi Wiralodra.
Tumbuh dari Tanah Pesisir di Jantung kota Mangga
Lahir dan besar di Kabupaten Indramayu, Prof. Dr. H.Ermaya Suryadinata tumbuh dalam kultur masyarakat pesisir yang dikenal lugas, pekerja keras, dan religius. Nilai-nilai itulah yang membentuk karakter dirinya sejak kecil.
Perjalanan hidupnya tidak instan. Dari ruang kelas sederhana di kampung halaman, ia menapaki pendidikan tinggi dengan tekad kuat. Ketekunan dan semangat belajar yang tinggi membawanya meraih berbagai gelar akademik hingga mencapai puncak tertinggi sebagai profesor.
“Saya memang orang asli dari Indramayu saking Dermayon. Jelasnya saya dari Desa Ujungaris antara Celeng dan Widasari,” jelas Rektor dan Gubernur Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Meski telah berada di tingkat nasional, ia tetap bangga menyebut dirinya sebagai putra Dermayu. Karier Gemilang di Dunia Akademik dan Pemerintahan Prof. Dr. H
Ermaya Suryadinata dikenal luas sebagai akademisi dan pakar hukum tata negara serta pemerintahan daerah.
Pemikiran-pemikirannya banyak menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan publik, otonomi daerah, dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Selain aktif mengajar, ia juga dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis di lembaga pemerintahan dan institusi pendidikan. Kiprahnya memperlihatkan perpaduan antara kecerdasan intelektual dan pengalaman praktis di lapangan. Dalam setiap kesempatan, ia selalu menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Selama ini saya mendidik para menteri yang saya didik para Profesor para Gubernur para perwira tinggi,” papar Pembina Lembaga Ketahanan Nasional RI dan juga pengajar.
Tetap Membumi dan Dekat dengan Masyarakat
Di balik kesibukannya, Prof.Dr. H. Ermaya dikenal sebagai sosok yang ramah dan rendah hati. Ia tidak canggung berdialog dengan masyarakat, tokoh daerah, maupun generasi muda. Hampir semua Provinsi se-Indonesia telah dikunjungi.
Kedekatannya dengan Indramayu tidak pernah pudar. Ia kerap memberikan motivasi kepada pelajar dan mahasiswa agar terus belajar dan percaya diri untuk meraih cita-cita setinggi mungkin.
Menurutnya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Anak daerah harus berani bersaing. Kuncinya adalah pendidikan, kerja keras, dan akhlak yang baik. Pesan sederhana itu menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda Indramayu.
Inspirasi bagi Generasi Penerus
Bagi kalangan akademisi dan masyarakat, Prof. Ermaya Suryadinata, adalah bukti nyata bahwa keberhasilan dapat diraih oleh siapa saja yang memiliki tekad dan ketekunan.
Perjalanan hidupnya mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan harus membawa manfaat, dan jabatan adalah sarana untuk mengabdi.
Di tengah arus zaman yang terus berubah, sosok Prof. Dr. Ermaya Suryadinata hadir sebagai teladan seorang intelektual yang tidak tercerabut dari akar budaya dan nilai-nilai daerahnya.
Salah Satu Figur Kebanggaan Wong Dermayu
Indramayu patut berbangga memiliki tokoh seperti Prof. Dr. H. Ermaya Suryadinata, SH, MH, M.Si. Dari bumi pesisir yang sederhana, lahir seorang putra bangsa yang mengabdikan hidupnya untuk ilmu, hukum, dan kemajuan negeri.
Namanya bukan hanya harum di dunia akademik, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa putra daerah dapat menorehkan prestasi besar dengan tetap menjaga kerendahan hati.
Prof. Ermaya adalah bukti bahwa dari Dermayu, cahaya ilmu pengetahuan dapat bersinar hingga ke panggung nasional. (Khaer/Red/FP).



























