KDM Siapkan Empat Puluh Sekolah Maung, Satu Diantaranya SMA Sasi Indramayu

banner 120x600

INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),- Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar), di bawah arahan Gubernur Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM tengah mempersiapkan program Sekolah Maung (Manusia Unggul). sebuah inisiatif orang nomor satu di Jabar untuk mengubah status 40 SLTA yang terdiri dari 27 SMA dan 13 SMK, ditransformasikan menjadi sekolah unggulan yang fokus pada prestasi akademik dan non-akademik, termasuk salah satunya adalah SMAN 1 Sindang (Sasi) Indramayu.

“Ada 40 sekolah yakni 27 SMA dan 13 SMK, untuk Indramayu satu sekolah yaitu SMAN 1 Sindang,” ujar Kepala UPTD Pendidikan Wilayah IX Disdik Propinsi Jabar, Dewi Nurhulaela, kepada Fokuspantur.com, ketika mengunjungi kegiatan Job Fair di SMKN 1 Sukra, 23 April 2026.

Dewi juga mengatakan,  Sekolah Maung dirancang untuk membina siswa dengan potensi kecerdasan di atas rata-rata (akademik) dan bakat khusus  (non akademik) seperti seni, olahraga dan industri kreatif. Adapun target operasionalnya  mulai berjalan pada tahun ajaran 2026/2027.

“Sekolah Maung akan dimulai pada tahun ajaran 2026/2027, dengan proses penerimaan peserta didiknya didahulukan dari sekolah reguler,” terangnya

Dewi mengungkapkan, SMAN 1 Sindang, yang dikenal sebagai salah satu SMA Grade “A” dan Top 1000 versi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) di Indramayu, menjadi alasan diproyeksikannya menjadi bagian dari 40 sekolah unggulan yang diubah statusnya menjadi Sekolah Maung, dengan memanfaatkan fasilitas  sekolah favorit yang sudah ada tanpa membangun bangunan baru.

“Program ini gratis untuk siswa berprestasi, namun tetap melalui seleksi ketat,” ungkapnya.

Dikatakannya pula, Pemprov Jabar juga  akan meningkatkan fasilitas, menyediakan teknologi pengajaran mutakhir, serta menyeleksi tenaga pendidik secara profesional untuk sekolah-sekolah ini.

“Targetnya program ini  untuk menciptakan manusia unggul (Maung) yang kompetitif di Jawa Barat, menyongsong Indonesia Emas 20245” pungkasnya. (Red/FP).

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu