Mapag Sri Meriah, Desa Cangkingan Gelar Pagelaran Seni Wayang Purwa

banner 120x600

INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),- Tradisi adat Mapag Sri kembali digelar meriah oleh masyarakat Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, melalui pagelaran seni Wayang Purwa bertajuk “Langen Komara” Indramayu, Jumat malam, 15 Mei 2026.

Kegiatan budaya tahunan ini menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil pertanian sekaligus pelestarian adat dan budaya leluhur yang terus dijaga oleh warga setempat.

Acara tersebut menghadirkan Dalang Asep Nandar S, dengan penampilan sinden Hj. Tati S serta Srimpi Dede Nurul Cuyung yang turut memeriahkan jalannya pagelaran seni tradisional tersebut.

Kepala Desa Cangkingan, H. Didi Wahyudi,  menyampaikan bahwa kegiatan Mapag Sri bukan hanya sekadar hiburan masyarakat, namun juga menjadi simbol penghormatan terhadap budaya warisan nenek moyang serta doa bersama agar hasil panen masyarakat semakin baik dan membawa keberkahan.

“Mapag Sri ini adalah tradisi turun-temurun yang harus terus dijaga. Selain sebagai ungkapan syukur, juga menjadi ajang silaturahmi masyarakat dan pelestarian budaya wayang kulit,” ujarnya.

Sementara itu, Raksabumi Desa Cangkingan Bunedi yang akrab disapa Bule menambahkan, setiap tahun masyarakat selalu menantikan prosesi ngarak Dewi Sri yang menjadi bagian penting dalam rangkaian tradisi Mapag Sri.

Menurutnya, arak-arakan Dewi Sri dimulai dari Kantor Balai Desa menuju area pesawahan di Kibuyut Jembangan, Blok Buyut Jembangan. Prosesi tersebut sudah menjadi simbol khas Desa Cangkingan yang selalu dinanti warga.

“Setiap tahun yang paling ditunggu masyarakat adalah ngarak Dewi Sri dari balai desa menuju pesawahan. Itu sudah menjadi simbol Desa Cangkingan dan bagian dari warisan budaya yang harus terus dijaga,” ungkap Bule.

Pagelaran ini dipusatkan di Desa Cangkingan dan diperkirakan akan dihadiri ratusan warga dari berbagai wilayah sekitar yang antusias menyaksikan pertunjukan Wayang Purwa hingga semalam suntuk.

Masyarakat pun menyambut positif kegiatan tersebut karena selain menghibur, juga memperkuat nilai kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal Indramayu.

Dengan digelarnya acara adat Mapag Sri ini, diharapkan tradisi budaya warisan leluhur tetap lestari di tengah perkembangan zaman modern serta terus diwariskan kepada generasi berikutnya. (Jay/Red/FP).

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu