DLH Indramayu Nolkan Gunungan Sampah TPS 3R Desa Karanglayung

banner 120x600

INDRAMAYU,(fokuspantura.com),-Udara di wilayah ujung bagian Barat kota Mangga yakni Desa Karanglayung Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu terasa berbeda. Tidak lagi menyisakan aroma menyengat yang biasa menyapa warga setiap melintas di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). Gunungan sampah yang sebelumnya menjulang, kini nyaris tak tersisa sebuah perubahan yang bagi warga setempat terasa seperti napas baru.

Upaya ini merupakan hasil kerja keras Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu, melalui UPTD Kebersihan wilayah Haurgeulis, yang bergerak cepat merespons keluhan masyarakat. Selama berbulan-bulan, TPS Desa Karanglayung menjadi titik penumpukan sampah yang kian tak terkendali. Volume yang terus meningkat, ditambah keterbatasan armada pengangkut, membuat sampah menggunung dan memicu keresahan.

DLH Indramayu menurunkan armada tambahan serta mengintensifkan pengangkutan sampah secara berkala. Tak hanya itu, petugas juga melakukan pembersihan menyeluruh hingga ke lapisan bawah tumpukan sampah yang selama ini sulit terjangkau. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi sisa-sisa sampah yang berpotensi menimbulkan bau maupun pencemaran.

Kepala DLH Indramayu, melalui UPTD Kebersihan Haurgeulis, Asep Hermawan, menegaskan bahwa penanganan ini bukan sekadar solusi sementara. Pihaknya juga mulai menerapkan pola pengelolaan yang lebih sistematis, termasuk pengaturan jadwal pengangkutan dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya memilah sampah dari sumbernya.

“Penanganan harus berkelanjutan. Tidak cukup hanya diangkut, tapi juga harus ada kesadaran bersama agar tidak terjadi penumpukan kembali, TPS3R ke depan betul-betul berjalan sesuai fungsi yaitu untuk pengolahan pemilahan sampah,” ujarnya kepada fokuspantura.com, Jumat, 24 April 2026.

Transformasi TPS 3R Karanglayung menjadi lebih bersih ini juga membawa dampak sosial yang signifikan. Meski demikian, tantangan ke depan masih terbentang. Pertumbuhan volume sampah seiring meningkatnya aktivitas masyarakat tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus diantisipasi. Asep berharap kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak terkait dapat terus diperkuat.

“Untuk membersihkan sampah kami menerjunkan 5 truck pengangkut sampah dan satu unit Beco kecil,” ujarnya.

Kini, wajah TPS 3R Desa Karanglayung bukan lagi simbol persoalan, melainkan bukti bahwa perubahan bisa diwujudkan ketika respons cepat bertemu dengan komitmen yang konsisten. Sebuah langkah kecil yang memberi harapan besar bagi lingkungan yang lebih sehat di Indramayu.

“Meski kendaraan kita terbatas. Alhamdulillah, sampah di TPS3R Desa Karanglayung bisa di nolkan,” imbuhnya. (Khaer/Red/FP).

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu