SMK Al Huda Kedungwungu, Peringati  Hari Puisi Nasional

banner 120x600

INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),- SMK Al Huda Kedungwungu, Anjatan – Kabupaten Indramayu Jawa Barat menyelenggarakan peringatan Hari Puisi Nasional dan Wafatnya Chairil Anwar, Selasa 28 April 2026 atas inisiatip penyair, Acep Syahril.

Rangkaian kegiatsan Hari Puisi Nasional di SMK Al Huda Kedungwungu, selain Ceramah Budaya dari penyair Acep Syahril, juga ada Siswa Diskusi yang dimoderasi dan didampingi oleh beberapa guru. Selanjutnya pembacaan puisi oleh siswa siswi SMK dan beberapa pembaca puisi tamu dari SMPN 1 Anjatan, SMPN 1 Haurgeulis dan SMPN 1 Losarang. Puisi-puisi yang mereka bacakan adalah puisi-puisi karya Chairil Anwar.

Setelah itu ada beberapa nomor penampilan menarik dari para siswa setempat, seperti musik, monolog dan lain-lain.

Kepala Sekolah SMK, Syaiful Mujab, mengaku tersanjung karena diberi kepercayaan menyelenggarakan peringatan Hari Puisi Nasional ini. Dia mengaku kepercayaan ini sebagai tantangan, “lagi pula literasi tidak harus berkenaan dengan bahasa tapi lebih pada kreativitas berpikir, berkarya dan mengelola untuk keluar dari persosalan yang kita hadapi,” jelasnya.

Hal senada ditegaskan Acep Syahril, bahwa apa yang dikatakan Syaiful Mujab itu benar, “sudah saatnya anak-anak diajarakan berpikir kritis, berkarya dan mengelola, agar mereka tidak hanya fokus mengejar untuk selesai sekolah lalu bekerja. Tapi kita ajarkan mereka mengolah kemampuan berpikirnya untuk menciptakan pekerjaan. Jadi bukan hanya persoalan mandiri, melainkan belajar menjadi manusia untuk keluar dari persoalan hidupnya tanpa harus bergantung pada sebuah sistem,” papar Acep.

Ditambahkan, Acep sangat mmemuji atas kemajuan SMK Al Huda yang jauh dari kemudahan untuk mendapatkan fasilitas dan suntikan dari pemerintah. Dikatakannya kalau Syaiful Mujab selaku top manajer lebih pada upaya menciptakan “siswa belajar” bukan “siswa sekolah”.

“Siswa sekolah belum tentu belajar, tapi kalau siswa belajar sudah pasti dia sekolah. Artinya selama ini yang sudah menjadi rahasia umum di dunia pendidikan kita, siswa hanya datang mengunjungi sekolah dan mereka belum tentu belajar. Sebab orang yang belajar dia akan berusaha keras untuk keluar dari persoalan hidupnya, jadi bukan mencari dan masuk dalam sistem,” lanjut Acep. (Red/FP)

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu