INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),-Aktifitas RSUD Pantura M.A. Sentot berlangsung seperti biasa. Ambulans datang silih berganti, keluarga pasien duduk menunggu di ruang tunggu, sementara para tenaga kesehatan tetap menjalankan tugasnya melayani masyarakat. Namun di balik rutinitas rumah sakit yang berdiri di sisi jalur Pantura Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, tersebut tengah menapaki babak baru dalam sejarahnya.
Dalam hitungan hari, RSUD Pantura M.A. Sentot Patrol milik Pemkab Indramayu, akan resmi diakuisisi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprop) Jawa Barat. Kabar ini membawa harapan besar bagi masyarakat Pantura Indramayu yang selama ini mendambakan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap, modern dan mudah diakses.
Selain itu, peralihan status ke Pemprop Jabar ini mendapat dukungan dari DPRD Kabupaten Indramayu melalui Pansus V agar managemen dan tata kelola rumah sakit lebih baik, sekaligus meningkatkan tipe yang dmanfaatnya dirasakan masyarakat luas.
“Ya DPRD dalam krangka dukungan itu sudah membentuk Pansus agar informasi dari provinsi maupun Pemda Indramayu kita dapatkan secara komperhensif, kemudian setelah melakukan persetujuan kita kawal poin-poin rekomendasi diantaranya agar rumah sakit ini sesuai visi yang telah ditetapkan,” ujar ketua Pansus V, Rojak, kepada fokuspantura.com, Selasa, 12 Mei 2026, sewaktu melaksanakan kunjungan lapangan ke RSUD Pantura MA Sentot Patrol.
Politisi Partai Golkar tersebut menjelaskan, tidak ada kendala selama proses peralihan status aset ini dan akan disahkan dalam waktu dekat.
“Kami mengamati bersama fraksi-fraksi semuanya sudah clear agar ini diserahkan pengelolanya ke propinsi dan Insya Allah tanggal 18 Mei mendatang akan dilakukan penanda tanganan persetujuan oleh dewan dan bupati,” jelasnya.
Karena itu ini akan menjadi tonggak baru pelayanan kesehatan di jalur pantura, dimana rencana pengambilalihan oleh Pemprop Jawa Barat dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah utara bagian Barat Indramayu. Dengan status sebagai rumah sakit milik provinsi, peluang pengembangan sarana, prasarana, hingga penambahan tenaga medis spesialis akan semakin terbuka.
Rumah sakit ini diproyeksikan menjadi pusat layanan kesehatan rujukan di kawasan Pantura, melayani ribuan warga dari berbagai kecamatan sekitar hingga lintas kabupaten.
“Selain itu kehadiran rumah sakit dengan dukungan anggaran provinsi diharapkan dapat mempercepat peningkatan mutu layanan, mulai dari penanganan gawat darurat, ruang rawat inap, hingga fasilitas diagnostik modern,” terang Rojak.
Bagi para tenaga kesehatan, akuisisi ini bukan hanya soal perubahan status kelembagaan, tetapi juga kesempatan untuk berkembang. Mereka berharap dukungan dari Pemprov Jabar dapat meningkatkan kapasitas rumah sakit sekaligus kesejahteraan pegawai.
“Pengalihan status pengelolaan RSUD MA Sentot dari Pemkab Indramayu ke Provinsi Jabar disamping menghibakan aset berupa tanah, bangunan, dan peralatan mesin juga SDM,” papar Kadinkes Kabupaten Indramayu, dr. Wawan Ridwan.
Di sisi lain, masyarakat menaruh harapan besar agar proses transisi berjalan mulus tanpa mengganggu pelayanan kepada pasien.
Seperti yang disampaikan Ketua Komite Rakyat Indramayu Barat (Korib), H. Sona Susanto, menurutnya, akuisisi RSUD Pantura M.A. Sentot Patrol juga diyakini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi kawasan. Kehadiran rumah sakit yang lebih besar dan representatif akan membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan sektor pendukung lainnya.
Selain itu, keberadaan fasilitas kesehatan yang memadai menjadi salah satu syarat penting dalam mendukung pengembangan kawasan industri di wilayah bagian Barat bumi Wiralodra.
“Bagi warga di Kabupaten Indramayu, terutama yang berada di Indramayu wilayah Barat (Inbar) keberadaan RSUD M.A. Sentot bukan sekadar fasilitas kesehatan. Rumah sakit ini menjadi tempat pertama yang dituju ketika keluarga mereka membutuhkan pertolongan medis,” ungkapnya.
Menghitung hari menuju proses akuisisi, lanjut Sona, RSUD Pantura M.A. Sentot Patrol berdiri di persimpangan sejarah. Dari rumah sakit daerah yang melayani warga Pantura, menjadi simbol komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menghadirkan layanan kesehatan yang merata.
Dan bagi masyarakat Pantura, perubahan ini bukan sekadar pergantian status administratif. Ini adalah harapan baru bahwa ketika sakit datang, pertolongan terbaik bisa diperoleh lebih dekat dari tempat tinggalnya.
“Kami sangat setuju dan berharap proses pengalihan asetnya bisa dipercepat agar perubahan type RSUD Pantura MA Sentot menjadi rumah sakit type A segera terwujud,” pungkasnya. (Khaer/Red/FP).



























