Dishut Jabar Launching Jaga Leuweung 2026

banner 120x600

INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),- Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jawa Barat resmi meluncurkan program Penanaman Jaga Leuweung 2026 bertema “Jaga Leuweung, Jaga Mangrove, Jaga Bumi” di kawasan Ekowisata Mangrove Kabupaten Indramayu, Kamis 6 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), siswa SD Negeri 2 Karangsong, komunitas peduli lingkungan, para Jaga Leuweung se-Kabupaten Indramayu, Forkopimcam Kecamatan Krangkeng, serta berbagai unsur masyarakat sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga kelestarian hutan mangrove di wilayah pesisir.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana, ST., M.Sc, menegaskan bahwa gerakan Jaga Leuweung merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk terus melakukan penghijauan, termasuk di tengah musim kemarau.

“Hari ini kita melaksanakan kegiatan Jaga Leuweung atau menjaga hutan. Walaupun musim kemarau, semangat menanam pohon tidak boleh berhenti. Kali ini yang kita jaga adalah hutan mangrove yang memiliki peran sangat penting sebagai benteng alami kawasan pesisir,” ujar Dodit.

Ia menjelaskan, sekitar 40 tahun lalu garis pantai di kawasan tersebut berada sekitar 1,5 kilometer dari titik penanaman. Namun saat ini jaraknya tinggal sekitar 10 meter akibat abrasi yang terus menggerus daratan.

“Ini menjadi bukti bahwa abrasi yang terjadi sangat luar biasa. Karena itu, kita harus bergerak bersama menyelamatkan kawasan pesisir melalui penanaman mangrove secara berkelanjutan,” katanya.

Dodit juga memberikan apresiasi kepada Casmadi bersama komunitasnya yang telah memulai gerakan penanaman mangrove sejak tiga tahun lalu. Upaya tersebut kemudian mendapat dukungan dan pembinaan dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat melalui KCD Wilayah IX.

Menurutnya, hingga saat ini penanaman mangrove telah dilakukan sebanyak lima kali dengan cakupan lahan sekitar lima hektare. Program tersebut terus dikembangkan di bawah pembinaan KCD Wilayah IX agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat dan lingkungan.

Ia berharap dalam tiga tahun ke depan luas kawasan mangrove terus bertambah sehingga mampu menjadi benteng alami untuk mengurangi dampak abrasi, menjaga ekosistem pesisir, sekaligus menjadi warisan bagi generasi mendatang.

“Yang kita lakukan hari ini bukan hanya untuk kita, tetapi untuk adik-adik yang saat ini masih kecil. Mereka yang akan melanjutkan perjuangan menjaga lingkungan. Ini adalah investasi bagi generasi Indramayu, Jawa Barat, dan Indonesia,” tegasnya.

Melalui program Jaga Leuweung 2026, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga hutan mangrove semakin meningkat, sehingga kawasan pesisir tetap lestari dan mampu menghadapi ancaman abrasi serta dampak perubahan iklim. (Jay/Red/FP).

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu