Dukung Pembangunan Gerai KDMP, Nasib Pustu Kedungwungu Terancam Digusur

banner 120x600

INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),-Rencana alih fungsi lahan dan bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Kedungwungu Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, oleh Pemerintah Desa ( Pemdes) setempat, untuk  pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menuai keprihatinan dan kecaman dari banyak pihak.

Pasalnya, Pustu yang masih aktif melayani masyarakat Desa Kedungwungu dan Desa Wanguk, dalam waktu dekat gedungnya bakal digusur.

Hal itu ramai diperbincangkan oleh warga net usai rencana alih fungsi Pustu Desa Kedungwungu yang diunggah oleh salah satu akun Facebook @Alif Alifah, Kamis, 26 Maret 2026.

Dalam video unggahannya yang berdurasi 0,56 menit memperlihatkan beberapa tenaga kesehatan sedang membereskan peralatan untuk pindah.

“Coba komen gaesz, ini kemajuan apa kemunduran buat bangsa kita tercinta? Puskesmas pembantu harus digusur buat koperasi merah putih yang belum jelas. Padahal disini ada nyawa yang tertolong dan ada yang sakit terobati karena kejauhan kalau harus ke puskemas bugis,” tulis akun @Alif Alifah dalam postingannya.

Cuitan tersebut pun mendapatkan reaksi beragam dan banyak dikomentari oleh warga net. Diantaranya oleh akun @Rokhim Rohidi. Dikatakannya, keberadaan Pustu Kedungwungu sangat jelas dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar yang jauh dari Puskesmas Induk untuk memperoleh layanan kesehatan.

“Puskesmas pembantu ( Pustu ) kedungwungu sudah jelas dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, khususnya masyarakat Desa Wanguk dan Kedungwungu…… KDMP ?,” tulis akun @Rokhim Rohidi.

Salah seorang warga Desa Wanguk, Abah L, sangat menyayangkan adanya rencana alih fungsi tersebut. Menurutnya, selain lahan yang ditempati Pustu, masih ada beberapa lahan lainnya yang merupakan aset Desa Kedungwungu yang bisa digunakan untuk pembangunan gedung KDMP.

“Selama ini Pustu Kedungwungu masih berfungsi aktif untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, sayapun kalau berobat kesitu. Kalau dibongkar dan dialihfungsikan maka masyarakat sekitar yang kurang mampu akan mengalami kesulitan untuk berobat, karena harus menempuh jarak yang cukup jauh, yakni ke Puskesmas Bugis atau Puskesmas Anjatan,” ucapnya melalui saluran telepon, Jum’at, 27 Maret 2026, malam.

Abah juga mengungkapkan, Pustu Kedungwungu merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat, sementara kebijakan Pemdes untuk mendukung program nasional yakni pembangunan Gedung KDMP dengan membongkar bangunan tersebut dinilai kurang tepat, sementara masyarakat membutuhkan pustu tersebut untuk keperluan berobat dengan layanan cuma-cuma, mengingat keterbatasan ekonomi tidak memungkinkan untuk berobat ke klinik swasta.

“Kami berharap pembongkaran gedung Pustu Kedungwungu yang akan dialihfungsikan untuk gedung KDMP harus dipertimbangkan lagi, baiknya memggunakan lahan milik Desa Kedungwungu yang lainnya” ungkapnya.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait yang berwenang tentanh persoalan tersebut. Sementara pembongkaran gedung sudah berlangsung mulai dari bangunan lami yang kemudian akan merambah ke gedung Pustu. (Red/Red/FP).

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu