Padat Karya Jabar, Normalisasi Kali di Jatibarang Baru Dikebut 30 Hari, Warga Turun Tangan

banner 120x600

INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),-Program Padat Karya dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui aspirasi Dr. Hj. Ratnawati, M.K.Kk mulai direalisasikan di Desa Jatibarang Baru, Sabtu 18 Maret 2026

Kegiatan ini difokuskan pada normalisasi Kali Sojar dan Kali Sindupraja yang selama ini mengalami pendangkalan cukup parah.

Pelaksanaan program yang ditargetkan rampung dalam 30 hari ini melibatkan Pemerintah Desa Jatibarang Baru, tim Hero Center, serta masyarakat setempat. Warga tampak turun langsung ke kali, mengangkat lumpur hitam pekat secara manual sebagai bentuk gotong royong.

Salah satu warga yang terlibat menyebut kondisi kali sudah lama memprihatinkan.

“Kali ini sudah lama dangkal, kalau hujan deras air sering meluap. Mudah-mudahan dengan adanya normalisasi ini alirannya bisa kembali lancar,” ujarnya.

Pihak pemerintah desa menegaskan, program padat karya ini tidak hanya berorientasi pada perbaikan lingkungan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Kami libatkan warga secara langsung, supaya selain lingkungan bersih, masyarakat juga mendapatkan penghasilan dari kegiatan ini,” kata perwakilan Pemdes Jatibarang Baru.

Sementara itu, Ketua Tim Hero Center, Muhammad Yasin, SE, menegaskan bahwa pekerjaan dilakukan secara maksimal meski dibatasi waktu.

“Kami optimalkan waktu 30 hari ini agar hasilnya benar-benar terasa. Fokus kami di titik-titik yang paling parah pendangkalannya,” tegasnya.

Di sisi lain, Wahyu Kurniawan, salah satu warga, mengingatkan pentingnya pengawasan dan perawatan pasca kegiatan. Menurutnya, program seperti ini kerap tidak berkelanjutan jika tidak dijaga.

“Jangan sampai hanya bersih sesaat, tapi beberapa bulan kemudian kembali seperti semula. Harus ada perawatan lanjutan,” ujarnya.

Program ini pun tak lepas dari sorotan publik. Transparansi pelaksanaan dan kualitas hasil pekerjaan menjadi perhatian agar padat karya tidak sekadar menjadi kegiatan rutin tanpa dampak jangka panjang.

Dengan waktu yang terus berjalan, hasil kerja selama 30 hari ke depan akan menjadi tolok ukur, apakah normalisasi Kali Sojar dan Kali Sindupraja benar-benar memberi dampak nyata atau hanya bersifat sementara. (Jay/Red/FP).

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu