Camat Kertasemaya Potong Tumpeng, Mapag Sri Desa Lemahayu Dimeriahkan Lomba  Panjat Pinang

banner 120x600

INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),- Tradisi tahunan Mapag Sri kembali digelar masyarakat Desa Lemahayu, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, Minggu 14 Juni 2026.

Kegiatan yang menjadi simbol rasa syukur atas hasil pertanian tersebut berlangsung meriah dan dihadiri ratusan warga.

Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Camat Kertasemaya, Andri M. Shaleh, yang didampingi Kuwu Desa Lemahayu, Kamim, serta para pamong desa. Prosesi tersebut menjadi simbol ungkapan syukur masyarakat atas hasil bumi sekaligus doa bersama untuk keberkahan dan hasil panen yang lebih baik di masa mendatang.

Setelah prosesi adat, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama masyarakat yang berlangsung penuh keakraban. Warga dari berbagai kalangan tampak membaur menikmati hidangan yang telah disiapkan sebagai wujud kebersamaan dan gotong royong.

Kemeriahan acara semakin terasa saat digelarnya lomba panjat pinang. Sorak-sorai penonton mengiringi para peserta yang berusaha menaklukkan batang pinang untuk memperebutkan hadiah dengan total nilai mencapai Rp1,7 juta.

Kuwu Desa Lemahayu, Kamim, mengatakan bahwa Mapag Sri bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan warisan budaya leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

“Mapag Sri merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil pertanian yang telah diberikan Allah SWT. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat gotong royong, dan menjaga budaya warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujar Kamim.

Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang turut menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat kompak dan antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Semangat kebersamaan seperti inilah yang harus terus kita jaga untuk kemajuan Desa Lemahayu,” tambahnya.

Tradisi Mapag Sri yang telah berlangsung turun-temurun tersebut menjadi bukti kuat bahwa nilai kebersamaan, rasa syukur, dan pelestarian budaya masih melekat erat dalam kehidupan masyarakat Desa Lemahayu. (Jay/Red/FP).

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu