INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),-Suara genjring yang ditabuh bertalu-talu memecah suasana pagi di halaman Masjid Nurul Iman wilayah ujung Barat kota Mangga yakni Desa / Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu. Irama rebana yang khas berpadu dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, menandai dibukanya Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) Tahun 2026 Tingkat Kecamatan Sukra, Rabu, 24 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum syiar Islam sekaligus ajang pencarian generasi Qurani terbaik yang akan mewakili Kecamatan Sukra ke tingkat yang lebih tinggi.
Terpotret tampak hadir Forkopimcam Sukra, kepala KUA, kuwu dan kafilah dari delapan desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintahan telah memadati lokasi acara pembukaan tersebut dipimpin langsung Camat Sukra, Sigit Widiyanto, berlangsung di Masjid Nurul Iman Sukra.
Sejak pagi, para kafilah dari berbagai desa tampak memadati lokasi acara. Dengan mengenakan seragam khas masing-masing, mereka duduk berjejer rapi penuh semangat. Wajah-wajah muda penuh harapan terlihat di antara peserta yang akan berkompetisi dalam berbagai cabang lomba.
Prosesi pembukaan berlangsung khidmat. Tabuhan genjring yang mengiringi petanda dibukanya MTQH 2026, para peserta menjadi simbol semangat kebersamaan masyarakat Sukra dalam menjaga tradisi religius yang telah mengakar kuat. Tidak hanya menjadi perlombaan, MTQH juga menjadi ruang silaturahmi antarwarga serta sarana memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an dan Hadits.
Camat Sukra, Sigit Wifoyanto memaparkan, mengapresiasi antusias peserta tahun ini meningkat kendati digelar sederhana berharap makna MTQH tidak sekadar melahirkan juara, tetapi mampu membentuk generasi yang memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Semangat kompetisi diharapkan berjalan seiring dengan semangat ukhuwah dan pembinaan akhlak.
“Saya berharap untuk MTQ kali ini lebih baik dari MTQ sebelumnya dan peserta bisa menjadi yang terbaik dan ikut pada kejuaran yang lebih tinggi tingkatannya,” paparnya.
Bagi masyarakat Sukra, MTQH merupakan agenda yang selalu dinanti. Selain menjadi ajang prestasi, kegiatan ini juga menghadirkan nuansa religius yang mempererat persaudaraan. Gemuruh tabuhan genjring di awal acara seakan menjadi penanda bahwa syiar Islam terus hidup dan tumbuh di bumi Wiralodra.
Sementara perwakilan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an, (LPTQ) melalui panitia bidang lomba, Daryono menjelaskan, peserta MTQH tahun ini ada peningkatan dari tahun sebelumnya kemudian ada tiga kategori yang akan dilombakan.
“Ada sebanyak 125 peserta semuanya. Cabang lomba pertama Musbaqah Murottal Quran, Hifdzil Quran, dan Syarhil Quran,” jelasnya.
Salah satu peserta, Wulan menuturkan, merasa senang bisa ikut kembali MTQH tahun ini. Meskipun persiapan hanya seminggu Ia bersama teman lainya optimis bisa ikut ke tingkat selanjutnya
“Senang, sudah dua kali ikut tahun kemaren juara satu. Harapannya bisa menjadi yang terbaik di tingkat kabupaten,” tuturnya.
Selama pelaksanaan MTQH 2026, para peserta akan bersaing menampilkan kemampuan terbaik mereka. Dari arena inilah diharapkan lahir qari, qariah, hafidz, dan hafidzah yang mampu mengharumkan nama Kecamatan Sukra di tingkat kabupaten hingga provinsi. Semangat Al-Qur’an yang berkumandang sejak pembukaan menjadi harapan bersama agar MTQH tahun ini melahirkan generasi Qurani yang unggul, berakhlak mulia, dan membanggakan daerah. (Khaer/Red/FP).



























