INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),- Momentum Hari Mangrove Sedunia menjadi momentum penting bagi SDN 4 Bugis Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada para siswa. Melalui berbagai kegiatan edukatif, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 4 Bugis Kecamatan Anjatan, H. Warnita mengajak peserta didiknya untuk memahami betapa pentingnya hutan mangrove sebagai benteng alami yang melindungi pesisir sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.
Bertajuk ‘ Menjaga Mangrove Mengamankan Generasi Mendatang’.Kegiatan tersebut diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu berkolaborasi dengan Asosiasi Lembaga Peduli Lingkungan (ALPL) , berlangsung di Pantai Utara Desa Eretan Kulon, Minggu, 26 Juli 2026.
Kepala SDN 4 Bugis, H.Warnita,S.Pd., menegaskan bahwa pendidikan lingkungan harus dimulai sejak usia dini. Menurutnya, kebiasaan mencintai alam akan tumbuh apabila anak-anak dikenalkan sejak kecil pada pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Pada momen Hari Mangrove Sedunia bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi menjadi kesempatan untuk membangun kesadaran anak-anak agar mencintai alam. Mereka adalah generasi penerus yang akan menjaga bumi di masa depan,” ujar Kepsek peraih penghargaan Sekolah Adiwiyata 2026, kepada fokuspantura.com.
Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan penjelasan mengenai manfaat hutan mangrove, mulai dari mencegah abrasi pantai, menjadi habitat berbagai biota laut, hingga membantu menyerap emisi karbon yang berdampak pada perubahan iklim. Selain itu para siswa pun diajak menanam pohon mangrove.
Para guru juga mengajak siswa membiasakan perilaku sederhana berdampak besar bagi lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menjaga kebersihan sekolah dan lingkungan sekitar.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Siswa tampak antusias mengikuti kegiatan Hari Mangrove Seduunia kemudian berdiskusi, dan menyampaikan berbagai gagasan tentang cara menjaga alam. Semangat mereka menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan melalui pendidikan yang menyenangkan.
Kepala sekolah berharap semangat memperingati Hari Mangrove Sedunia tidak berhenti di lingkungan sekolah saja, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah maupun di masyarakat. Ia juga menerima sertifikat penghargaan.
“Kami mengajak tiga guru dan siswa kelas enam. Kalau sejak kecil anak-anak sudah memiliki rasa cinta terhadap lingkungan, kelak mereka akan menjadi pribadi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap kelestarian alam,” tuturnya.
Melalui peringatan Hari Mangrove Sedunia, SDN 4 Bugis ingin menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau pemerhati alam, melainkan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Pendidikan menjadi langkah awal untuk melahirkan generasi yang sadar lingkungan dan siap menjaga kelestarian bumi bagi masa depan.
“Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau komunitas pencinta lingkungan, melainkan tanggung jawab kita semua,” pungkasnya. (Khaer/Red/FP).



























