INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),– Di tengah perkampungan yang tenang di wilayah bagian Barat bumi Wiralodra tepatnya Desa Sukahaji Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu, berdiri sebuah rumah sederhana yang kondisinya memprihatinkan. Rumah milik Kasmari (64), seorang warga RT 003/004 Dusun Tengah, kini berada dalam kondisi nyaris roboh akibat material dimakan usia dan minimnya perbaikan selama bertahun-tahun hanya mengandalkan kerja serabutankesshariannya.
Dari kejauhan, bangunan tersebut tampak masih berdiri. Namun saat didekati, terlihat jelas sejumlah bagian atap rumah mengalami kerusakan parah. Dinding mulai retak, tiang penyangga dari kayu tampak lapuk, sementara atap rumah sebagian sudah tidak lagi kokoh menopang beban bangunan.
Bagi Kasmari dan keluarganya, rumah itu bukan sekadar tempat berteduh. Di sanalah mereka menjalani kehidupan sehari-hari dengan segala keterbatasan yang ada. Meski kondisi rumah semakin mengkhawatirkan, mereka tetap bertahan karena belum memiliki kemampuan untuk memperbaiki atau membangun kembali tempat tinggal yang lebih layak.
“Tinggal sendirian anak dan istri jauh tinggal di Surabaya,” ujarnya kepada fokuspantura.com, Kamis, 4 Juni 2026.
Saat musim hujan tiba, kekhawatiran keluarga semakin besar. Air hujan kerap masuk melalui atap yang rusak, sementara angin kencang membuat bangunan tua itu bergetar. Rasa cemas selalu menyelimuti setiap malam, terutama ketika cuaca buruk melanda.
“Ya kalau hujan bocor kebanjiran mas,” imbuhnya.
Sementara Pemerintah Desa (Pemdes) Sukahaji melalui Sekretaris Desa (Sekdes), Ade Irawan menyampaikan, pihak Pemdes belum mengetahui dan belum ada tembusan terkait kondisi rumah, Kasmari. Dan rencama segera mengupayakan nantinya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membuka peluang bantuan.
“Belum ada tembusan dari RT dan Kasunnya, baru tahu,” ujarnya lewat pesan Whatsapp.
Warga sekitar mengaku prihatin melihat kondisi rumah Kasmari. Menurutnya, bangunan tersebut sudah lama mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan segera agar tidak membahayakan keselamatan penghuninya. Semangat gotong royong masyarakat memang masih terjaga, namun keterbatasan biaya menjadi kendala utama untuk melakukan renovasi secara menyeluruh.
“Sebagai tetangga merasa prihatin dan kasihan mas, karena kondisinya rusak parah dan gentengnya sudah pada jatuh dan kalau hujan pada bocor. Kalau sebagai tetangga sih seharusnya dapet bantuam dari pemerintah,” ujar salah satu tetangga Kasmari, Andi kepada fokuspantura.com
Kisah Kasmari, menjadi gambaran bahwa masih ada masyarakat yang hidup dalam kondisi rumah tidak layak huni. Di balik kesederhanaan hidupnya, tersimpan harapan besar agar suatu hari rumah yang ditempatinya dapat berdiri kokoh dan memberikan rasa aman bagi seluruh anggota keluarga.
Kini, perhatian dan kepedulian berbagai pihak sangat diharapkan. Sebab, rumah yang layak bukan hanya sekadar bangunan fisik, melainkan kebutuhan dasar yang menjadi fondasi bagi kehidupan yang lebih baik. Bagi Kasmari, bantuan untuk memperbaiki rumahnya bukan hanya tentang memperbaiki dinding dan atap, tetapi juga menghadirkan harapan baru untuk masa depan keluarganya. (Khaer/Red/FP).



























