INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),– Deru mesin molen berpadu dengan canda tawa warga memecah suasana malam di ujung Barat kota Mangga yakni Desa Sukahaji Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu. Tanpa menunggu bantuan besar datang, warga bahu-membahu memperbaiki akses jalan gang yang selama ini rusak dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sekitar ratusan warga kompak ikut membantu perbaikan jalan gang dengan panjang sekitar 100 meter dan lebar 160 cm di Rt 04/ 05 BLOK Cangkingan, dan saat ini telah rampung dikerjakan oleh warga dan Jamaah Masjid Nurul Iman Desa Sukahaji secara swadaya, Senin, 13 Juli 2026.
Pria, emak-emak, hingga para pemuda turun tangan. Ada yang mengaduk semen, mengangkut pasir, meratakan cor beton, sementara yang lain menyiapkan konsumsi bagi para pekerja. Pemandangan itu menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih tumbuh subur di tengah masyarakat.
Gang yang sebelumnya berlubang dan becek saat hujan kini mulai berubah menjadi jalan yang lebih layak. Perbaikan tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga, mulai dari anak-anak yang berangkat ke sekolah, petani yang mengangkut hasil panen, hingga para pedagang yang setiap hari melintasi gang tersebut.
Salah satu Warga, Karsita mengatakan, perbaiakan jalan gang di sisi masjid Nurul Iman hasil kekompakan masyarakat sekitar / swadaya dengan panjang sekitar seratus meter lebih dan lebar 160 cm.
“Ia benar sekali dari swadaya masyarakat sini mas. Alhamdulillah, warga sangat kompak digorol bahu-membahu dari pagi sampai malam,” ujarnya kepada fokuspantura.com, Senin, 13 Juli 2026.
Semangat kebersamaan menjadi modal utama dalam kegiatan itu. Warga rela menyisihkan uang, waktu, dan tenaga demi kepentingan bersama. Mereka percaya, lingkungan yang nyaman dan aman adalah tanggung jawab seluruh masyarakat, bukan hanya pemerintah.
Karsita menambahkan,perbaikan gang dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan agar aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu akibat kondisi jalan yang rusak sebelumnya.
“Panjang sekitar seratus meter lebar sekitar satu meter lebih, Ini suatu motivasi dari masyarakat sendiri untuk memperbaiki agar cepet terlaksana, tadinya jalan rusak,” imbuhnya.
Kebersamaan yang ditunjukkan warga di ujung Barat bumi Wiralodra menjadi gambaran bahwa nilai-nilai gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat desa. Di tengah perkembangan zaman yang serba modern, semangat saling membantu tetap menjadi perekat yang mampu menghadirkan perubahan nyata.
Sementara Sekretaris DKM masjid Nurul Iman, H. Sutrisno memaparkan, untuk perbaikan jalan gang menghabiskan material sekitar 106 sak semen.
“Kalau semen habis sekitar 106 sak mas,” paparnya.
Perbaikan gang ini bukan sekadar membangun jalan, tetapi juga membangun harapan. Dari adukan semen, tetesan keringat, dan kebersamaan yang terjalin, warga Sukahaji membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama. (Khaer/Red/FP).



























