Warga Inbar Resah, Gas LPG 3 Kg Sulit Didapat

banner 120x600

INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),-Sejumlah dapur sederhana milik warga di Kabupaten Indramayu wilayah Barat (Inbar) suara kompor yang biasanya menyala sejak pagi kini mulai jarang terdengar. Bukan karena tak ada bahan makanan hendak dimasak, melainkan lantaran tabung gas LPG 3 kilogram yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga mendadak sulit diperoleh.

Sejumlah warga mengaku harus berkeliling dari satu warung yang menjual eceran gas 3kg dipedesaan atau pangkalan ke pangkalan lain hanya untuk mendapatkan gas bersubsidi tersebut. Tak sedikit pula pulang dengan tangan hampa setelah mendapati stok telah habis. Kalaupun tersedia di tingkat pengecer, harganya melambung jauh di atas harga eceran yang biasa mereka bayar.

Kelangkaan ini tidak hanya dirasakan ibu rumah tangga, tetapi juga para pelaku usaha kecil seperti pedagang mie ayam hingga penjual makanan keliling. Mereka terpaksa mengurangi produksi, bahkan ada yang memilih tidak berjualan sementara karena tidak memiliki bahan bakar untuk memasak.

“Saya bingung harus cari ke mana lagi. Sudah muter beberapa tempat bahkan ke tetangga desa tetap kosong. Kalau ada pun harganya mahal, ada yang 25 ribu, 27 ribu dan pernah ga jualan karena ga ada gasnya,” ungkap pedagang mie ayam, KR, dengan nada kecewa kepada fokuspantura.com, Selasa, 7 Juli 2026.

Hal senada dikatakan warga Kecamatan Patrol lain, Saroni mengatakan, sudah cukup lama keberadaan gas 3 kg susah didapat.

“Susah. Dari ujung Kidul sampe ujung Utara sama pada cari gas. Sudah lama mas disini susah gas tuh,” ujarnya.

Warga wilayah ujung Barat bumi Wiraldora hanya bisa berharap kepada pemerintah bersama pihak terkait segera melakukan pengecekan distribusi LPG 3 kilogram agar pasokan kembali normal dan tepat sasaran. Mereka juga meminta adanya pengawasan terhadap praktik penjualan yang diduga menyebabkan harga melonjak di tingkat pengecer.

Bagi masyarakat kecil, tabung gas hijau bukan sekadar kebutuhan rumah tangga, melainkan penopang kehidupan sehari-hari. Ketika pasokannya tersendat, bukan hanya dapur yang berhenti mengepul, tetapi juga roda ekonomi keluarga ikut melambat. Warga Inbar kini hanya berharap satu hal gas melon kembali mudah didapat dengan harga yang sesuai ketentuan. (Khaer/Red/FP).

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu