INDRAMAYU,(fokuspantura.com),-Pagi dini hari, jalur Pantura Desa / Kecamatan Sukra, tepatnya di Jembatan Sewo perbatasan Indramayu–Subang arus kendaraan berjalan seperti biasa. Deru kendaraan berat bersahutan melintasi jalur vital yang tak pernah benar-benar tidur.
Namun, suasana mendadak berubah mencekam ketika sebuah truk Trailer Box Nopol N 9975 UEM, yang dikemudikan, AR, warga Kecamatan Cimarga- Lebak, melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta, diduga mengantuk oleng kanan tak terkendali kemudian menghantam median jalan dan pembatas Jembatan Sewo, lalu menabrak satu penyapu koin hingga meregang nyawa.
Kaplosek Sukra, Iptu Andi Supriyatna mengungkapkan, membenarkan adanya peristiwa kecelakaan lalu lintas di jalur Pantura Desa Sukra Jembatan Sewo.
“Kejadian pada Kamis, tanggal 7 April 2026, sekitar jam 05.00 WIB,” ungkapnya.
Petugas kepolisian bergegas menuju ke TKP untuk mengamankan area kecelakaan dan mengurai arus lalu lintas di jalur Pantura yang sempat mengalami kepadatan karena proses evakuasi, salah satu korban penyapu koin oleh petugas kemudian dilarikan ke rumah sakit.
Dalam insiden tragis itu, satu orang perempuan pengais koin dilaporkan meninggal dunia. Dan insiden ini telah ditangani oleh Sat Lantas Polres Indramayu.
“Pada insiden ini satu orang, AR, meninggal dunia warga Kecamatan Anjatan,” jelasnya.
Peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat bahwa rasa kantuk di balik kemudi bukan persoalan sepele. Di jalanan Pantura yang panjang dan melelahkan, satu detik kehilangan konsentrasi dapat berubah menjadi tragedi yang merenggut nyawa.
“Kami menghimbau kepada pengguna jalan untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan jika merasa mengantuk supaya beristirahat karena keselamatan paling utama dan keluarga tercinta menanti di rumah,” imbuhnya. (Khaer/Red/FP).



























