INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),-Menyikapi kekhawatiran petani akan berkurangnya pasokan air baku pada musim kemarau, tiga camat di Kabupaten Indramayu wilayah Barat (Inbar), turun langsung meninjau proses normalisasi Saluran Sekunder (SS) Kandanghaur yang menjadi urat nadi pengairan ribuan hektare sawah.
Dari ketiga Camat tersebut diantaranya Camat Bongas, Deddy Irawan, Plt Camat Gabus Wetan, Rusyad Nurdin, dan Plt Camat Anjatan, Rory Firmansyah bersama Sekcam Anjatan, Sukamto, Jumat, 10 Juli 2026.
Monitoring tersebut dilakukan sebagai langkah kongkrit Pemkab Indramayu guna memastikan pekerjaan normalisasi berjalan sesuai rencana sehingga distribusi air irigasi tetap terjaga selama musim kemarau. Kehadiran para camat juga menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah menjaga produktivitas pertanian di kawasan lumbung pangan Kabupaten Indramayu, sekaligus bertukar pendapat guna mencari solusi.
Bagi petani, saluran irigasi bukan sekadar aliran air. Di sanalah harapan panen bergantung. Sedimentasi yang menumpuk dan penyempitan saluran selama bertahun-tahun kerap menghambat aliran air hingga memicu kekeringan di lahan pertanian saat musim kemarau tiba.
Melalui normalisasi SS Kandanghaur, hambatan tersebut diharapkan dapat teratasi. Aliran air menjadi lebih lancar, distribusi irigasi lebih merata, dan kebutuhan air tanaman pada musim tanam dapat terpenuhi.
Ketiga camat menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, pengelola irigasi, dan para petani dalam menjaga fungsi saluran. Mereka berharap proses normalisasi dapat selesai tepat waktu sehingga tidak mengganggu jadwal tanam dan mampu meminimalkan potensi gagal panen.
“Normalisasi irigasi ini sebagai bentuk upaya pemerintah guna mengantisipasi kekeringan dan banjir ketika musim penghujan tiba sesuai arahan pak bupati Lucky Hakim,” ujar Camat Bongas, Deddy Irawan.
Langkah monitoring ini menjadi pesan bahwa antisipasi kekeringan tidak cukup dilakukan saat krisis datang. Upaya pencegahan harus dimulai sejak dini melalui perawatan infrastruktur irigasi yang menjadi penopang utama sektor pertanian.
Sementara Plt Camat Gabus Wetan, Rusyad Nurdin, memaparkan, normalisasi irigasi SS Kandanghaur tersebut menidaklanjuti himbauan Bupati Indramayu dalam rangka pencapaian target luas tambah tanam 2026.
“Menindaklanjuti himbauan Bupati Indramayu melalui Surat Edaran Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu nomor : 100.3.4/2121/TP tanggal 19 Juni 2026 tentang Percepatan Musim Tanam II / Gadu dalam rangka pencapaian target luas tambah tanam tahun 2026,” paparnya.
Dengan saluran yang kembali optimal, harapan petani untuk menyambut musim tanam dengan penuh keyakinan pun semakin terbuka. Sebab, bagi masyarakat agraris Indramayu Barat, air bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga penentu masa depan hasil panen mereka. (Khaer/Red/FP).



























