ParekrafMasjid Kuno Bondan, Destinasi Religi Harus Diselamatkan

Masjid Kuno Bondan, Destinasi Religi Harus Diselamatkan

SUKAGUMIWANG, (Fokuspantura.com),- Kondisi Masjid Darussajidin yang terletak di Desa Bondan, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, tepatnya di Blok Bondan Barat atau dahulu disebut Blok Sapuangin, merupakan bukti peninggalan sejarah yang harus diselamatkan, pasalnya, keberadaan masjid dengan posisi dipinggiran Sungai Cimanuk sangat potensial kendati terancam abrasi akibat luapan air Sungai Cimanuk. Selain itu,  kontruksi bangunan masjid yang terbuat dari kayu secara keseluruhan tersebut, perlu dilakukan pemeliharaan secara serius, ditambah beberapa bagian yang mengalami kerusakan dan perlu segera dilakukan perbaikan.
 
Pemerhati Sosial dan Budaya Kabupaten Indramayu, Syamsul Siregar, yang juga selaku Dekan Fakultas Hukum Unwir, menurutnya, keberadaan masjid kuno di Desa Bondan merupakan suatu bukti pertumbuhan peradaban muslim di Kabupaten Indramayu yang ada sejak ratusan tahun lalu masih bisa dirasakan, untuk itu,  perlu adanya perhatian serius pihak pemerintah, guna mempertahankan eksistensi dari masjid tersebut sebagai  cagar budaya dan juga salah satu  destinasi wisata religi Kabupaten Indramayu.
 
“Kami minta pemerintah segera mengambil langkah serius terhadap kondisi masjid Bondan termasuk melakukan tata ruang sebagai obyek wisata religi, guna menarik kepeminatan pengunjung,” ungkap, Dekan yang akrab disapa Ucok, diruang kerjanya, Jum’at (18/5/2018).
 
Menyikapi permasalahan tersebut, Anggota Komisi V DPR RI, Yoseph Umarhadi, melakukan peninjauan guna melihat secara langsung kondisi masjid Darussajidin sekaligus berinteraksi dengan pengurus masjid dan Pemdes setempat, untuk kemudian dikoordinasikan dengan institusi terkait sebagai langkah awal penyelamatan aset lokal yang tercatat sebagai salah satu cagar budaya religi.
 
“Dilihat dari kondisinya, masjid tersebut harus segera direnovasi,” ujarnya.
 
Ia mengatakan, posisinya di Komisi V yang kerap berkolaborasi dengan Kementrian PUPR akan mendorong pengalokasian anggaran untuk revitalisasi dan renovasi masjid dan juga upaya penyelamatan bangunan yang menurut bukti yang ada berusia 600 an tahun dari ancaman abrasi Sungai Cimanuk.
 
“Kami akan memanfaatkan anggaran yang ada di Kementrian PUPR untuk alokasi penyelamatan cagar budaya mengingat kondisi masjid yang harus segera direvitalisasi dan juga pembenahan infrastruktur yakni penguatan tanggul Sungai Cimanuk di sekitar masjid tersebut,” tegasnya.
 
Sementara, DKM Masjid Darussajidin, Ridwan, mengungkapkan, usia masjid Darussajidin yang didirikan pada tahun 1414 diketahui dari angka yang tertulis dibagian bawah kubah masjid dan itu disimpulkan bahwa angka tersebut merupakan tahun pendirian masjid oleh tokoh ulama saat itu, yakni Syeh Datul Kahfi.
 
Kemudian, lanjut Ridwan, untuk renovasi masjid terakhir kali dilakukan pada tahun 1992 berupa perbaikan atap yakni penggantian sirap (atap kayu – red) dan perbaikan kecil lainnya dan sampai saat ini belum ada realisasi meski proposal untuk renovasi masjid sudah diajukan.
 
“Kami berharap dengan ada peninjuan ini akan mempercepat realisasi anggaran baik untuk perbaikan masjid maupun perbaikan tanggul yang kerap mengalami abrasi,” ungkapnya.
 
 
ads

Baca Juga
Related

170 Kades Terpilih Dilantik, Ini Pesan Bupati Purwakarta

PURWAKARTA,(Fokuspantura.com),- Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, berpesan kepada 170...

Wagub Jabar Ajak Para Kiyai Bahas Raperda Pesantren

KOTA BANDUNG,(Fokuspantura.com),- Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum,...

Tiga Faktor Penguatan Pelayanan Masyarakat Desa

YOGYAKARTA, (Fokuspantura.com),- Strategi membangun  yang dilakukan Pemdes dianggap belum...

Dua Nakes Indramayu Terkonfirmasi Positif Covid-19

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Indramayu...
- Advertisement -

FokusUpdate

Popular

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu