INDRAMAYU,(fokuspantura.com),-Pagi itu, halaman SMKN 1 Sukra Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, tampak berbeda. Spanduk besar bertuliskan Job Fair 2026 membentang di pintu masuk, menyambut ratusan siswa, alumni, dan pencari kerja yang datang dengan satu harapan, masa depan yang lebih pasti.
Deretan stan 12 perusahaan berdiri rapi. Para perekrut dengan setelan formal sibuk melayani pelamar, sementara di sisi lain, siswa-siswi tampak memegang map berisi berkas lamaran, sebagian gugup, sebagian penuh percaya diri. Di antara keramaian itu, terselip semangat besar sebuah langkah nyata menuju dunia kerja.
Kegiatan Job Fair ini bukan sekadar agenda tahunan meski kali pertama diadakan. Lebih dari itu, menjadi bagian dari strategi sekolah dalam mempersiapkan lulusan menghadapi geliat pembangunan kawasan industri di wilayah Sukra dan sekitarnya.
Camat Sukra, Sigit Widiyanto, disela kegiatan peninjauan Job Fair, menegaskan bahwa hadirnya kawasan industri membuka peluang besar, namun juga tantangan yang tidak ringan. Dengan adanya kegiatan Job Fair ini diharapkan bisa berdampak positig buat anaka-anak lulusan SMKN 1 Sukra atau sekolah lain khususnya wilayah Kecamatan Sukra.
“Sangat baik dan positif dimana ini salah satu persiapan untuk menghadapi kawasan industri di Sukra minimalnya SDM kita persiapakann dulu karena komitmen dari beberapa investor yang masuk di Kecamatan Sukra, Insya Allah, ada enam puluh persen diutamakan tenaga lokal,” jelasnya sewaktu menghadiri Job Fair didampingi Kuwu Desa Sumuradem Timur, Liyana Listia Dewi, Kamis, 23 April 2026.
Sejumlah perusahaan dari berbagai sektor. Mereka akan membuka lowongan kerja, tetapi juga memberikan gambaran nyata tentang standar dunia industri saat ini. Hal ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa yang selama ini lebih banyak belajar di ruang kelas.
“Kami ingin nanti kawasan industri ini prioritas untuk tenaga kerja warga lokal,” tegasnya.
Bagi siswa kelas akhir, Job Fair ini menjadi momentum penting. Seperti yang dirasakan dua siswi Nela dan Dwi. Ia mengaku ini adalah pengalaman pertamanya menghadapi proses rekrutmen langsung.
“Senang, ia ikut daftar berdua kesini ,, ya harapannya sih semoga diterima”
kata, dua peserta Job Fair Nela dan Dwi, sambil tersenyum.
Tak hanya siswa, alumni juga memanfaatkan kesempatan ini. Banyak di antara mereka yang sebelumnya belum mendapatkan pekerjaan tetap kini kembali mencoba peruntungan. Interaksi antara alumni dan adik kelas pun menjadi pemandangan menarik saling berbagi pengalaman dan motivasi.
Kehadiran kawasan industri di wilayah Sukra memang menjadi titik balik penting. Perubahan sosial dan ekonomi mulai terasa. Lapangan kerja terbuka lebih luas, namun menuntut kualitas sumber daya manusia yang lebih tinggi. Dalam konteks inilah, SMKN 1 Sukra mengambil peran strategis sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan dunia industri.
Job Fair 2026 menjadi bukti bahwa sekolah tidak lagi hanya menjadi tempat belajar teori, tetapi juga ruang untuk mempersiapkan masa depan secara konkret. Dari halaman sekolah itulah, langkah-langkah kecil menuju dunia industri mulai ditapaki.
“Di SMKN 1 Sukra itu beruapya minimal anak-anak di SMKN 1 Sukra bisa terbantu untuk bekerja sehingga mereka tidak menjadi pengangguran memperbaiki ekonomi dirinya dan keluarga sehingga merekaa dapat meningkatkan taraf hidupnya,” papar Kepala SMKN 1 Sukra, Lufthi Rizal.
Di tengah hiruk-pikuk kegiatan, satu hal terasa jelas: harapan sedang tumbuh. Harapan bahwa generasi muda Sukra tidak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi juga menjadi bagian penting dari kemajuan daerahnya sendiri.


























