Politik23 Pimpinan DPC-PKB Temui Dedi Mulyadi

23 Pimpinan DPC-PKB Temui Dedi Mulyadi

PURWAKARTA,(Fokuspantura.com),– Jelang perhelatan politik Pilgub Jawa Barat 2018 nanti, 23 pimpinan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se-Provinsi Jawa Barat menemui Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi seusai shalat tarawih di Purwakarta, ahir pekan kemarin.(28/5/2017).

Kehadiran pimpinan politisi parpol berlambang bintang sembilan ini, berdiskusi dengan Bupati Dedi yang juga Calon Gubernur Jawa Barat tentang pembangunan yang telah dilakukan di Kabupaten Purwakarta.

“Saya terkejut tadi dan baru tahu seluruhnya gagasan dan program yang telah dilakukan oleh Kang Dedi di Purwakarta. Kang Dedi selama ini dikenal sebagai seorang budayawan, ternyata memiliki visi dan misi yang sangat menyentuh ke masyarakat secara langsung, terutama kepada masyarakat pedesaan yang jarang tersentuh selama ini,” jelas Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Ahmad Ustuhri, salah seorang pimpinan partai yang hadir dalam pertemuan tersebut, seperti yang dilansir Liputan6.com.

Ahmad menambahkan, sosok Dedi Mulyadi ternyata dikenal sangat dekat dengan masyarakat di pedesaan yang dinilai termarjinalkan pembangunannya selama ini.

Selain di wilayah pedesaan, pola pembangunan wilayah perkotaan dinilai sudah sangat hafal dan mengerti tentang penanganan permasalahan di perkotaan. Terutama masalah penanganan banjir dan sampah yang selama ini selalu melilit menjadi masalah di perkotaan.

“Selain masyarakat desa bisa disentuh, masalah perkotaan pun sangat hafal dan mudah dimengerti konsepnya. Kalau pembangunan perkotaan, kan bisa dilihat perubahan pembangunan di Purwakarta sekarang selama Kang Dedi menjabat,” ungkap dia.

Hal sama diungkapkan Ketua DPC PKB Kabupaten Purwakarta, Neng Supartini. Menurut Neng, pertemuan para pimpinan partainya di tingkat kabupaten/kota dengan Dedi Mulyadi bertujuan untuk mengetahui lebih dalam visi misinya.

Pertemuan dengan kader eksternal salah satu sosok calon gubernur di Pilgub Jabar 2018 ini pun baru kali pertama dilakukan dengan Bupati Purwakarta.

“Ternyata selama ini Kang Dedi banyak kesamaan visi dan misi dengan PKB. Kang Dedi pun adalah warga Nahdliyin tulen atau asli yang diperkuat oleh SK-nya sebagai Wakil Ketua PCNU Purwakarta selama ini. Pertemuan ini hanya sharing pengenalan antara para pengurus di daerah untuk konsep memakmurkan Jawa Barat,” ungkap dia.

Tanpa mendahului pengurus DPW dan DPP PKB, tambah Neng, tentunya hasil sharing ini akan disampaikan ke tingkat pengurus yang lebih tinggi. Apalagi kalau berbicara tentang sosok pencalonan, selama ini kita tunduk kepada mekanisme partai dimana keputusan sosok calon merupakan hak prerogatif DPP PKB.

“Hasil sharing ini nanti akan disampaikan sebagai bahan pertimbangan kepada pengurus DPW dan DPP,” tandasnya.

Adapun menyikapi pernyataan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar beberapa waktu lalu tentang kriteria calon untuk Pilgub Jabar, menurut Neng, hal itu menjadi rujukan sebagai langkah awal referensi keputusan pusat nantinya.

“Tak menutup kemungkinan sama dengan visi misinya Kang Dedi, ini sebagai langkah awal referensi. Saat ini kan DPP sedang melakukan pengkajian dan penggodokan untuk calon yang akan didukung PKB di Pilgub Jabar,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar mengingatkan setiap figur publik yang akan diusung PKB sebagai calon kepala daerah di Pilkada Serentak 2018 tak hanya menjual isu populer. Menurut dia, jauh lebih baik bila kandidat mengangkat persoalan sosial dan solusinya saat kampanye.

“Tokoh PKB tak sekadar jualan membangun taman kota atau merebut isu jomblo dan kepalsuan tak mengakar, yang tak menyentuh lubuk hati masyarakat. Politikus PKB selain bangun taman, juga kesejahteraan masyarakat,” kata pria yang akrab disapa Cak Imin itu di kantor DPP PKB.

Dia menilai, kesenjangan sosial hingga kini masih menjadi isu krusial yang menunggu solusi dan penyelesaian. Masyarakat, lanjut Cak Imin, tidak membutuhkan sosok kandidat yang hanya sibuk menjual janji manis.

Cak Imin pun mengkritik sikap sejumlah tokoh politik yang cenderung hanya menjual hal-hal populis. Sementara, persoalan yang terjadi di masyarakat tak tersentuh.(Ihs/Liputan6.com)

ads

Baca Juga
Related

Muspika Sukra Suport Warga Positif Pasca Perawatan Covid-19

SUKRA,  (Fokuspantura. com), - Warga Kecamatan Sukra berinisial DP...

LPBH PWNU Jabar Percayakan ke Penyidik Terkait Hukuman Pelaku

INDRAMAYU,(Fokuspantu.com),- Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) Pengurus...

Sekda Rinto Waluyo Resmi Jabat Plh Bupati Indramayu

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Jabatan Bupati Indramayu, Taufik Hidayat, resmi berahir per...

DTA Al-Marom Krimun Butuh Bantuan RKB

LOSARANG,(Fokuspantura.com),– Kondisi proses belajar mengajar (KBM) DTA Al-Marom, Desa...
- Advertisement -

FokusUpdate

Popular

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu