Anggota DPRD Jawa Barat Edukasi Demokrasi bagi Pelajar SMK, Dorong Generasi Muda Melek Politik

banner 120x600

INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),- Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Sri Wahyuni Utami Herman, menegaskan pentingnya literasi politik sejak dini bagi generasi muda sebagai bagian dari penguatan demokrasi yang berkarakter dan berakhlak.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan edukasi demokrasi bersama para siswa SMK PGRI IM pada Jumat, 23 Januari 2026.

Dalam kegiatan itu, Sri Wahyuni hadir langsung membersamai para pelajar untuk berdiskusi terbuka mengenai demokrasi dan peran generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam sesi dialog, salah satu pertanyaan yang banyak disampaikan pelajar adalah anggapan bahwa politik terasa rumit dan membingungkan bagi pemula.

Menanggapi hal tersebut, Sri Wahyuni menekankan bahwa melek politik tidak harus dimulai dari hal yang besar, melainkan dari kebiasaan sehari-hari.

“Mulailah dari yang paling dekat. Anak-anak muda harus belajar menyaring informasi, bukan menelannya mentah-mentah. Jangan mudah terpancing hoaks dan gunakan media sosial secara bijak,” ujar Sri Wahyuni.

Ia juga mengajak pelajar untuk mengenal calon pemimpin secara kritis dengan memahami rekam jejak dan nilai-nilai yang dibawa, bukan sekadar popularitas.

Menurutnya, politik tidak identik dengan hal negatif apabila dijalankan dengan landasan iman, ilmu, dan akhlak.

“Politik tidak akan kotor jika kita membawa nilai moral di dalamnya. Pemimpin sejati adalah mereka yang hadir untuk melayani rakyat, bukan yang hanya mengejar jabatan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sri Wahyuni mendorong budaya diskusi sehat di kalangan generasi muda, dengan membiasakan berpikir kritis tanpa saling menjatuhkan.

Ia menilai demokrasi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi Z, agar masa depan bangsa tidak ditentukan oleh sikap apatis.

“Demokrasi butuh generasi muda yang terjaga, bukan yang hanya menjadi penonton. Masa depan terlalu berharga jika diserahkan begitu saja hanya karena malas membaca dan berpikir,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran politik pelajar serta membangun karakter generasi muda Jawa Barat yang aktif, kritis, dan berakhlak dalam menjaga demokrasi.(Red/Adv/FP).

 

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu