Dinkes Sarankan Tunda Tindakan Operasi Maulana Ibrahim

banner 120x600

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- KepalaDinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu, Deden Bonny Koswara menyatakan Maulana Ibrahim(8 tahun) putra Sa’adah  warga Blok Jati Rt.15/07, Desa Sumbermulya, Kecamatan Haurgeulis, Indramayu, Jawa Barat, belum bisa dilakukan tindakan operasi dalam proses pengembalian fungsi jalannya BAB secara normal dalam waktu dekat. Hal itu berdasarkan pertimbangan hasil analisis medis yang sudah dilakukan dokter saat menangani pasien tersebut.

“Anak itu tak bisa dioperasi sekarang, karena ada persoalan Retardasi Mental(RM) dari hasil pemeriksaan medis selama ini,” katanya saat dihubungi Fokus-indramayu.com, Jum’at(2/11/2018).

Menurutnya, hasil konsultasi dengan pihak RSHS Hasan Sadikin Bandung, pasien juga menderita down syndrome yang merupakan kelainan genetik dan bisa menyebabkan kelainan fisik serta retardasi mental. Sehingga dikhawatirkan ada gangguan kelainan fisik lain dan ketahanan tubuh yang berbeda dengan anak usia sebayanya yang menyebabkan tindakan operasi selanjutnya akan tidak sesuai harapan.

“Sebaiknya pasien tersebut tidak dilakukan tindakan operasi sebelum umur 10 tahun,  menurut tim medis di RSHS Bandung yang pernah menangani,”imbuh Deden.

Ia menyarankan, pihak keluarga agar menahan diri dan tidak memaksakan kehendak untuk dilakukan tindakan operasi sebelum lewat usia 10 tahun nanti. Upaya yang harus dilakukan saat ini adalah menjaga pola makan, memelihara kebersihan dan rutin konsultasi kepada pihak medis diwilayah tersebut.

Sementara itu, Ibu Kandung Maulana, Sa’adah mengaku kecewa atas pelayanan Dinkes Indramayu,  karena pihaknya hanya mendapat pelayanan dari petugas Puskesmas Cipancuh saat melihat kondisi Maulana Ibrahim, dengan mengecek kondisi terkini dan menyerahkan surat rujukan.

Kedatangan wakil dari Dinkes Indramayu itu dilakukan oleh Bidan Ririn pada Jum’at(1/11/2018),atas perintah Kepala Dinas Kesehatan Indramayu untuk mendatangi kediaman Maulana Ibrohim sekaligus mengecek kondisinya.

Munurut Bidan Ririn yang bertugas di Puskesmas Cipancuh Kecamatan Haurgeulis dengan wilayah kerja Desa Sumbermulya merasa prihatinan melihat keadaan maulana Ibrahim, namun sampai disitu di anggap merasa peduli pihak Puskesmas Cipancuh Kecamatan Haurgeulis tidak bisa berbuat banyak.

“Kami hanya bisa membuat surat rujukan saja bu,”ungkap Sa’adah menirukan ucapan Bidan Ririn.

Sa’adah beranggapan, kepedulian pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu belum bisa mewakili keinginan tulus masyarakat yang saat ini sedang membutuhkan melalui pendampingan hingga tuntas.

“Kami mau poses operasi Maulan Ibrahim dikawal oleh pihak Dinas Kesehatan Indramayu, sebab kami orang awam yang tidak tau apa apa,” pinta Saadah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu