Aleg Sri Wahyuni Utami Sosperda Penyelenggaraan Pendidikan Perdalam Peradaban

banner 120x600

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Pendidikan adalah hak semua orang termasuk santri, pemerintah hadir untuk mendukung dan memperkuat peran pesantren pada lembaga pendidikan baik formal maupun non formal.

Penegasan itu disampaikan Anggota DPRD Propinsi Jawa Barat Dapil Jabar 12, Sri Wahyuni Utami saat menggelar Sosialisasi Perda (Sosperda) di Desa Cibereng, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jumat, 04 Juli 2025.

“Santri hari ini adalah pemimpin masa depan yang harus siap ilmu, iman dan taqwa,” tuturnya dihadapan peserta Sosperda.

Menurutnya, pondok pesantren adalah  bukan hanya tempat untuk mencari ijazah, tetapi untuk ikut membangun peradaban.

Peradaban yang dimaksud, kata SWH panggilan akrab Sri Wahyuni Utami, adalah keseluruhan hasil cipta, rasa, dan karsa manusia dalam kehidupan sebagai makhluk sosial, yang tercermin dalam sistem sosial, politik, ekonomi, teknologi, seni, ilmu pengetahuan, serta nilai-nilai budaya yang berkembang dan diwariskan dari generasi ke generasi.

“Lebih singkatnya, peradaban adalah bentuk kemajuan atau pencapaian tertinggi suatu masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan, yang menjadi ciri khas dan identitas mereka,” imbuh Anggota Komisi IV DPRD Propinsi Jabar ini.

Ia menjelaskan, Peradaban pendidikan kekinian adalah wujud kemajuan dan transformasi dunia pendidikan yang mencerminkan tuntutan dan dinamika zaman sekarang.

Salah satu ciri peradaban pendidikan yang harus menjadi perhatian semua pihak diantaranya digitalisasi dan teknologi – pemanfaatan platform belajar daring, kecerdasan buatan, big data, dan multimedia interaktif. Pembelajaran berbasis kompetensi dan kreativitas – lebih fokus pada keterampilan abad ke-21 seperti critical thinking, problem solving, kolaborasi, dan komunikasi.

Pembelajaran yang personal dan fleksibel – materi disesuaikan dengan minat, bakat, serta gaya belajar peserta didik.  Kolaborasi global – terbukanya kesempatan belajar lintas negara dan budaya melalui pertukaran pelajar virtual, seminar internasional, serta Penekanan pada karakter dan literasi digital – mendidik peserta didik menjadi warga digital yang kritis, etis, dan bertanggung jawab.

“Peradaban pendidikan kekinian mencerminkan bahwa pendidikan tidak lagi hanya soal transfer ilmu, tetapi juga membentuk generasi yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi perubahan cepat di era digital.” Pungkasnya. (Red/Adv/FP).

 

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu