Pengunjung Berburu Sunset di Pantai Tiris Indramayu (Foto Ihsan / Fokuspantura.com)
Obyek wisata Pantai Tiris (Paris) Desa Pabean Ilir, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu bisa menjadi unggulan daerah, salah satu lokasi yang tepat untuk mengambil momen – momen bahagia bersama keluarga, kaya akan fenomena alam pesisir pantai dengan corak pasir pantai yang bersih dan keindahan hutan mangrove tertata rapih, puluhan wisatawan juga memanfaatkan momentum Sunset untuk mengabadikan bersama keluarga dan teman spesial.
Namun dibalik keindahan obyek wisata Pantai Tiris (Paris) yang sudah tertata dengan rapih itu, para pengunjung terkendala dengan akses masuk menuju pantai yang membawa legenda sejarah para pendahulu saat menyebarkan agama islam di sebuah dusun ujung muara sungai Cimanuk.
“Pantainya lumayan bagus, buat Sunset juga mengena banget, momennya tepat, tapi sayang akses masuknya agak sulit dan jauh dari pemukiman warga,” kata Sri Astuti pengunjung yang hadir bersama rombongan.
Ia sangat mengagumi keindahan panorama bibir Pantai Tiris untuk mengeksplor keindahan disekitarnya, terlebih rumput ilalang dan hutan mangrove yang tumbuh berkembang dengan baik, sehingga jika pantai tersebut dijadikan destinasi wisata Indramayu akan cepat menjadi buruan para wisatawan dari luar daerah.
Akses jalan yang ditempuh dengan roda dua itu, kata Astuti, menjadi catatan pengelola, agar bisa dicarikan solusi bagi Pemerintah Daerah, agar keberlangsungan Pantai Tiris terus menjadi bagian dari momen penting bagi kemajuan wisata kota mangga.
Pemerhati Sosial Budaya Indramayu, Abdul Ghani membenarkan kondisi akses jalan masuk menuju Pantai Tiris Blok Tegur Desa Pabean Ilir itu sangat sulit dilalui pengguna jalan roda empat, mengingat lintasan jalan menuju obyek wisata melewati tambak udang milik warga. Kondisi ini harus mendapat perhatian Pemerintah Daerah melalui terobosan Bappeda agar membuat perencanaan secara matang jika Pantai Tiris dijadikan destinasi baru wisata kota Indramayu.
“Saya mendengar dalam catatan dinas, Pantai Tiris masuk wilayah obyek wisata yang menjadi perhatian Pemkab Indramayu,” katanya.
Menurutnya, pintu masuk akses jalan menuju obyek wisata Pantai Tiris bisa memanfaatkan lahan milik Pemkab Indramayu berupa saluran pembuang. Tentunya kendala ini dapat dibicarakan dengan pengelola agar obyek wisata yang dimaksud dapat ditindak lanjuti dengan sebaik – baiknya.
“Kuncinya saya rasa duduk bersama, memecahkan persoalan tersebut, agar kendala yang saat ini dihadapi bisa diselesaikan dengan baik,”terangnya.