INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),-Kobaran api melahap sebuah rumah milik warga Desa Cipedang, Blok Kanem RT 006/002 Kecamatan Bongas Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Sabtu dini hari. Si jago merah mengamuk cepat, menyisakan puing dan arang di lokasi yang sebelumnya menjadi tempat berteduh perempuan paruh baya.
Peristiwa itu terjadi saat sebagian warga masih terlelap. Asap tebal pertama kali terlihat mengepul dari bagian dapur rumah semi permanen tersebut. Dalam hitungan menit, api membesar dan menjalar ke seluruh ruangan. Teriakan minta tolong memecah sunyi, membangunkan warga sekitar yang bergegas keluar rumah.
Mendapati kobaran api membesar warga pun bahu-membahu mencoba memadamkan dengan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Beberapa di antaranya menyiramkan air menggunakan ember dan selang seadanya. Namun material kayu yang mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan.
Petugas pemadam Unit 2 Patrol akhirnya berhasil menjinakkan kobaran api setelah berjibaku hingga beberapa jam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik, meski penyebab pasti masih dalam penyelidikan.
“Pemilik rumah atas nama Umerih, Umur 70 tahu tinggal sendirian tidak ada korban jiwa,” ujar Camat Bongas, Sabtu, 21 Pebruari 2026.
Dedy menyebutkan dugaan sementara insiden kebakaran tersebut akibat kosleting listrik.
“Penyebab kebakaran dari dapur bagian belakang rumah kemungkinan dari konsleting listrik diatas loteng bunyi ledakan,” jelasnya.
Sementara Danru Damkar Unit 2 Patrol, Nofan menjelaskan, peristiwa kebakaran bermula sewaktu penghuni peremmpuan paruh baya lagi nonton TV sendirian, tanpa di ketahui di ruang kamar terjadi konsleting listrik yg langsung menyambar kasur tempat tidur yg terbuat dari kayu, api seketika itu juga melahap bagian atap rumah.
“Kebakaran terjadi sekitar pukul 00.55 sampai dengan 04.10 WIB, tidak ada korbam jiwa,” tambahnya.
Kini, puing-puing yang tersisa menjadi saksi bisu amukan si jago merah. Warga sekitar berharap ada perhatian dan bantuan bagi keluarga terdampak agar dapat kembali membangun tempat tinggalnya.
Di tengah duka, solidaritas masyarakat Bongas kembali terasa, membuktikan bahwa di balik musibah, masih ada hangatnya kepedulian yang tak ikut terbakar. (Khaer/Red/FP).



























