Dukung Perbaikan Gizi Anak, Dapur Ganzu Mekarjaya 4 Resmi Dibuka

banner 120x600

INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),- Upaya mendukung perbaikan gizi anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Ganzu Mekarjaya 4, yang berkedudukan di Desa Mekarjaya Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, resmi dibuka, Selasa, 3 Pebruari 2026.

Peresmian yang dihadiri, Kepala Desa Mekarjaya, Sugiman, Kapolsek Gantar, Iptu Sutarko, serta unsur Fokopimcam Gantar, merupakan wujud nyata Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan asupan gizi seimbang.

Karena itu, Dapur Ganzu dipastikan akan menyediakan makanan sehat, higienis, dan bergizi seimbang untuk menunjang tumbuh kembang anak, meningkatkan fokus belajar, dan mencegah stunting.

“Kami pastikan SPPG Dapur Ganzu ini menyediakan makanan sehat, higienis dan bergizi,” ujar Mitra SPPG Dapur Ganzu, H.Ahmad Yani, disela acara peresmian Dapur Ganzu.

Sebagai bagian dari Program Nasional, Dapur SPPG ini merupakan kepanjangan tangan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mendistribusikan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), adapun sasaran awal adalah anak sekolah tingkat SD dan SMP.

“Untuk awal distribusi, kami tidak menyalurkan banyak hanya kisaran 900an saja dulu, kawatir tidak terlayani dengan baik, prinsipnya kualitas yang kami jaga,” terang pria yang akrab disapa H. Yani.

H. Yani menegaskan, kehadiran Dapur Ganzu Mekarjaya 4 ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi anak guna mendorong terwujudnya Indonesia Emas 2045.

“Kehadiran Dapur Ganzu dapat membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak guna mewujudkan generasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesi (SPPI) sekaligus Ketua SPPG Dapur Ganzu,  M. Nurzaidan F, menambahkan,  kuota maksimal satu SPPG sebanyak 3.000 Penerima Manfaat (PM),  namun  untuk   Dapur Ganzu itu sendiri sementara baru mendistribusikan MBG kepada 965 PM dengan cakupan pelajar SD dan SMP,  adapun untuk Balita, Busui dan Bumil (B3) saat ini belum dapat terlayani.

“Sementara kami distribusikan MBG untuk  965, selanjutnya sembari dilakukan evaluasi untuk kemudian dilakukan penambahan secara bertahap, hingga mencapai kuota 2.500 sampai 3.000 PM untuk anak sekolah dan juga B3,” ungkapnya. (Red/FP).

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu