Banjir Rendam 50 Rumah Warga Desa Limpas dan Dua SD Diliburkan

banner 120x600

INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),- Intensitas curah hujan tinggi beberapa pekan terkahir mengakibatkan genangan air dan merendam 50 rumah warga dan dua SD di Desa Limpas Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dimana  ketinggian air mencapai 30-50 cm di luar rumah dan 10 cm di dalam rumah.

Camat Patrol, Bagus Asep Trisnadi, didampingi Kuwu Desa Limpas, Tato, menghimbau warga untuk waspada dan segera lakukan evakuasi jika air semakin naik, sementara pemerintah kecamatan dan desa telah melakukan peninjauan serta penanganan awal di lokasi terdampak.

“Untuk Kecamatan Patrol ada tiga desa Terdampak Desa Bugel, Sukahaji, dan Limpas,” ujarnya, Jumat, 30 Januari 2026.

Lebih lanjut Bagus menjelaskan, dari ketiganya Desa Limpas terdampak cukup parah saat ini, ada sekitar 50 rumah milik warga tergenang air yakni di Blok Masjid dan Tengah.

“Ketinggian air didalam rumah sekitar 5-10 centi meter kalau di luar 50 cm,” jelasnya.

Pihaknya beserta Pemdes Limpas sudah melakukan pendaataan terhadap rumah warga yang terendam air. Selain itu pula bersama UPTD Puskesmas Patrol telah membuka posko kesehatan bagi masyarakat setempat.

“Kami bersama Nakes sudah membuka posko kesehatan sekaligus memberikan pelayanan kesehatan,” ucapnya.

Selain itu, kata Bagus, untuk mitigasi bencana sudah berkoordinasi dengan instansi terkait terkait upaya dan langkah kedepannya agar banjir tahunan bisa tersolusikan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD, Dinsos, dan Baznas,” terangnya.

Bagus menambahkan,bukan saja permukiman warga yang terdampak, banjir pun melumpuhkan dua SD yakni SDN 2 dan SDN III yang mana sementara saat ini proses belajar mengajarnya diliburkan / secara Daring.

“Bukan rumah warga saja yang terdampak ada juga di sektor pendidikan yakni SDN 2 dan SDN III,” imbuhnya.

Kepala SDN 2 Limpas, H. Darmadi menjelaskan, saat ini ada enam kelas yang terendam banjir selain itu untuk proses belajar siswa dengan sistem Daring.

“Yang terendam ada enam kelas siswa belajar dengan sistem Daring,” ungkapnya. (Khaer/Red/FP).

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu