INDRAMAYU,(fokuspantuta.com),-Pemerintah Desa (Pemdes) Sumuradem Timur Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, melalui Panitia Seleksi (Pansel) melaksanakan seleksi calon pamong desa/perangkat desa untuk mengisi kekosongan formasi jabatan, Senin,13 April 2026.
Kegiatan yang digelar di aula Kecamatan Sukra, membuat suasana kantor kecamatan tampak berbeda dari biasanya. Sejak pagi, belasan peserta calon pamong desa mulai berdatangan, hal ini bermaksud untuk mengikuti tes penjaringan dan penyeleksian pamong Desa Sumuradem Timur. Bukan sekadar proses administratif yang harus disuguhkan, melainkan seleksi ini menjadi perhatian publik karena menyangkut masa depan pelayanan pemerintahan desa di wilayah ujung barat bumi Wiralodra.
Pada acara tes ini dihadiri Camat Sukra, Sigit Widiyanto, yang diwakili Sekmat, Sudarno, beserta staf kecamatan, panitia seleksi yang terdiri dari unsur Pemdes, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur Pendidikan dan tokoh pemuda. Sementara diantara pelaksanaan seleksi itu sendiri meliputi tes tulis dan komputer.
Dengan memakai kostum kemeja putih dan celana hitam ada sekitar 12 peserta yang tampak serius mengikuti setiap tahapan. Ada yang terlihat tegang saat mengerjakan soal, ada pula yang percaya diri menunjukkan kemampuan mereka. Bagi sebagian peserta, ini adalah kesempatan langka untuk mengabdi di kampung halaman. Mereka membawa harapan, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan lingkungan sekitar.
Kuwu Desa Sumuradem Timur, Liyana Listia Dewi, menjelaskan. Mekanisme penjaringan dan penyeleksian sudah sesuai prosedur mengikuti aturan dan arahan dari kecamatan dan DPMD Kabupaten Indramayu, dimana pansel dibentuk yakni melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) bersama BPD, kemudian Pansel bekerja mulai dari proses penjaringan dilanjutkan dengan penyeleksian calon pamong desa.
Selain itu Liyana berharap, hasil seleksi ini mampu melahirkan pamong desa yang kompeten dan berintegritas. Ia menekankan bahwa tantangan pemerintahan desa ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya cakap secara administrasi, tetapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat.
“Harapannya besar sekali ya mas, saya pengen Desa Sumuradem Timur itu menjadi desa yang memang ada perubahan dalam segi aparatur SDM nya terutama berkaitan dengan pendidikan karena saya wanti-wanti ke Pansel kalau bisa kepada Pansel SDM peserta diupayakan sarjana,” ujarnya
Sementara salah satu Pansel, M. Sukma menegaskan, proses seleksi dilakukan secara terbuka, profesional dan netralitas. Mulai dari tahapan pendaftaran, verifikasi berkas, hingga ujian tertulis dan praktik, semuanya dilaksanakan dengan prinsip transparansi.
“Kita sepakat diawal penetapan tim seleksi kita menggunakan regulasi yang ada peraturan bupati no 30 tahun 2020, ada tujuh tahapan yang kita selesaikan penjadwalannya dan sekarang dilakukan tahapaan tes, baik tulis maupun praktek,” jelasnya.
Seleksi pamong desa di Sumuradem Timur ini menjadi contoh bahwa keterbukaan dalam proses rekrutmen mampu meningkatkan kepercayaan publik. Di tengah berbagai isu tentang praktik tidak sehat dalam pengisian jabatan, langkah ini menjadi angin segar bahwa perubahan menuju tata kelola desa yang lebih baik bukan sekadar wacana, melainkan bisa diwujudkan.
“Pada akhirnya, siapa pun yang terpilih nanti, harapan masyarakat tetap sama hadirnya pamong desa yang bekerja dengan hati, melayani tanpa pamrih, dan membawa kemajuan bagi Desa Sumuradem Timur,” pungkas Sukma.
Salah satu peserta, Nadia menuturkan, dirinya merasa senanag bisa mengikuti tes penjaringan dan penyeleksian pamong desa meskipun kali pertama dan berharap bisa lolos nantinya.
“Ya ikut tes penyeleksian ada dua materi yaitu tes komputer dan ujian tertulis, ya harapannya bisa lulus dan keterima menjadi pamong,” ungkapnya. (Khaer/Red/FP).


























