INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),- Fenomena tak biasa terpotret di areal wilayah Pasar Daerah (PD) Patrol Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, situasi yang tak nampak keramaian dari para pengunjung, menjadi dilema bagi pedagang ibarat telur diujung tanduk, hingga terpaksa menutup kios, Selasa, 16 Desember 2025.
Pantauan fokuspantura.com, kondisi tersebut diduga akibat kesulitan pengunjung untuk memarkirkan kendaraan, dampak minimnya area parkir di lingkungan Pasar Patrol dan dipicu pula menjamurnya penjualan diaplikasi online (Olshope). Hingga berakibat daya beli masyarakat berkurang dan beberapa pedagang di PD Patrol merugi ada pula beberapa menutup lapaknya / gulung tikar.
Sepinya jualan ini dipaparkan salah satu pedagang, Teguh. S, menurutnya, sepinya pembeli sejak awal Covid-19 melanda kemudian ditambah maraknya jual beli online / Olshope. Tak sedikit teman se profesinya mengalami gulung tikar atau menutup kiosnya.
“Awal sepi pas corona, lebih parah lagi sekarang banyaknya jualan online di medsos dan untuk jalur ini yang tutup sekitar lima belas kios,” paparnya.
Senada dikatakan, Agus, jualan pakaiannya turun drastis hingga 50 persen saat ini. Hal tersebut dampak olshope. Ia pun berharap kepada Pemerintah agar memberikan solusi konkret untuk membantu para pedaganag supaya bisa normal kembali. Karena nenurutnya Pasar Patrol merupakan etalase perekonomian di bagian Barat bumi Wiralodra.
“Jualan pakaian anak sekolah sepi banget, omzet turun sekitar lima puluh persen diantaranya hanya kami berdua yang bisa bertahan mas,” ujar warga Patrol yang berdagang seragam sekolah.
Sementara Ketua Ikatan Pedagang Pasar (IPP) Patrol, H.Cakmad, membenarkan ada beberapa kios dan los di areal Pasar Daerah Patrol yang tutup, hal itu dampak daya beli masyarakat menurun, yang disinyalir akibat minimnya areal parkir dan ditambah maraknya jualan online.
“Skitar seratus lima puluh Kios dan Los tutup mas, harapannya mewakili para pedagang agar segera di relokasi supaya PD Patrol memiliki tampat yang lebih representatif sehingga minat pembeli bisa normal kembali,” pungkasnya. (Khaer/Red/FP).



























