INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Sebanyak 482 Calon Kuwu (Calwu)di 30 Kecamatan, se Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengikuti Deklarasi Pilwu Damai sebagai komitmen bersama guna menjaga kondusifitas daerah pelaksanaan Pemilihan Kuwu (Pilwu) serentak 10 Desember 2025 mendatang di Pendopo Indramayu, Jumat, 28 Nopember 2025.
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, Kapolres Indramayu, AKBP Mohamad Fajar Gemilang, Dandim 0616 Indramayu, Tulus Widodo, Wakil Ketua DPRD Indramayu serta unsur Forkopimda sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah daerah dan unsur Forkopimda untuk memastikan Pilwu berjalan aman, damai, dan demokratis.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menegaskan bahwa Pilwu adalah hajatan masyarakat desa yang harus dijaga agar tetap kondusif tanpa konflik. Karena itu, para kepala desa diminta menjadi teladan dalam menjaga suasana damai serta menghindari tindakan yang dapat memicu gesekan antarpendukung.
Sebagai sosok yang sudah dua kali mengalami kemenangan pada komntestasi Pilkada di Kabupaten Indramayu ini, ia menegaskah pernah mengalami kekalahan pada momentum pemilu sejak 2012 silam. Namun demikian, kekalahan saat kontestasi pemilu seperti Pilkada, ia menceritakan kenangan pahit yang tak dapat dilupakan selama dua pekan pasca kekalahan.
Pada memontum Pilkades ini, Bupati Lucky Hakim tak bisa membayangkan beban psikologis Calon Kuwu ketika mengalami kekalahan di sekitar lingkungan keluarga yang jarak dengan pemilih sangat dekat.
Oleh karenanya, melalui momentum Ikrar Damai ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat siap kalah dan siap menang.
“Kalau menang kita bisa beradaptasi dengan lingkungan dan pemilih, tapi mari kita renungkan jika kita kalah, karena dari sekian banyak Calwu yang hadir ini ada sebagian muka muka kalah,”ungkap Lucky Hakim dihadapan Calwu.
Kapolres dan Dandim 0616 juga menegaskan komitmen TNI–Polri dalam menjaga keamanan selama tahapan Pilwu berlangsung. Kedua institusi memastikan netralitas dan kesiapan pengamanan di seluruh titik rawan.
Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang mengatakan deklarasi damai merupakan momentum penting untuk menyatukan komitmen seluruh pihak agar Pilwu berjalan aman.
“Deklarasi ini menjadi pengingat bahwa perbedaan pilihan tidak boleh menimbulkan gesekan di tengah masyarakat. Polres Indramayu berkomitmen menjaga keamanan, namun harmoni desa tetap harus dibangun oleh seluruh elemen,” ujar AKP Tarno.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi semua pihak menjadi faktor kunci terciptanya Pilwu yang tertib dan demokratis. Ia juga telah mengintruksikan kepada seluruh jajaran Kapolsek dan anggota Polres Indramayu agar dapat terus berkoordinasi dengan TNI dan Pemkab Indramayu guna mewujudkan Pilwu berlangsung aman dan damai.
“Semoga seluruh rangkaian Pilwu Serentak 2025 berlangsung damai. Mari bersama-sama menjaga kondusivitas desa agar proses demokrasi ini berjalan lancar, aman dan kondusif,” tuturnya.
Melalui deklarasi ini, seluruh kepala desa berkomitmen menjaga kerukunan antarwarga, menolak provokasi, hoaks, dan politik uang,
mengutamakan musyawarah dan ketertiban, mendukung proses Pilwu yang jujur, adil, dan damai serta siap kalah dan siap menang.
Deklarasi Pilwu Damai ini diharapkan memperkuat kerja sama seluruh elemen masyarakat Indramayu untuk mewujudkan pemilihan kepala desa yang aman, tertib, dan bermartabat.(Red/FP)



























